Wacana Be NewSKP


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Home | Sekilas | Foto | Wacana | Wisata | Agama | Humor | Gallery | Curhat | Sport | Buku Tamu

Saturday, August 27, 2005

Bagaimana Melindungi Otak Anak X


Pengaruh Musik pada Anak

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".

Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.

"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.

Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.

Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia. Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi"

Friday, August 26, 2005

Bagaimana Melindungi Otak Anak IX


Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak

Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak

1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.

2. Intelligensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.

3. Jenis kelamin
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.

4. Lingkungan
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.

5. Status sosial ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.

Pengaruh bermain bagi perkembangan anak
  • Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
  • Bermain dapat digunakan sebagai terapi
  • Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak
  • Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
  • Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
  • Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak

Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak

A. Permainan Aktif
1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.
2. Drama
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.
3. Bermain musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.
4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.
5. Permainan olah raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.

B. Permainan Pasif
1. Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
2. Mendengarkan radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
3. Menonton televisi

Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.

Bagaimana Melindungi Otak Anak VIII


Mengenal & Menangani Tiks pada Anak

Tiks otot adalah gerakan tubuh yang sekonyong-konyong, berulang-ulang tanpa tanpa tujuan, di mana otot-otot bergerak tanpa tujuan, tanpa sengaja, impulsif, dan terus menerus. Lazimnya, setelah kedipan mata, diikuti gerakan muka, leher, dan bahu. Tiks juga meliputi kerutan dahi, juluran lidah, batuk, sentakan kepala, mulut. Selain itu ada juga tiks verbal berupa suara yang diulang-ulang, kadang-kadang berupa pengulangan frase (misalnya "kau tahu").

Tiks biasanya lebih intens dan lebih sering terjadi dalam kondisi tertekan. Tiks tidak terjadi ketika tidur, dan lebih banyak diderita anak laki-laki daripada anak perempuan. Biasanya tiks dimulai pada usia 4-12 tahun, dan paling sering terjadi pada usis 7-9 tahun. Umumnya tiks tidak berlanjut hingga anak dewasa, kecuali tiks majemuk.

Anak yang mengalami tiks seringkali gelisah, peka, mudah terpengaruh keadaan, keras kepala, dan sangat tergantung pada orang lain.

Pemerikasaan medis akan membedakan tiks nervous dan tiks organik. Tiks organik yang timbul karena gangguan pada sistem saraf pusat (fisik), biasanya tidak teratur, sekilas, dan tidak stereotip. Sedangkan tiks nervous terjadi berulang kali, kadang-kadang ratusan kali sehari. Selain itu tiks nervous tidak terasa sakit dan tidak terjadi pengecilan otot (atrofi).

Penyebab terjadinya tiks

Ketegangan
Banyak hal dapat mencemaskan anak, terutama tekanan dari teman sebaya (misalnya kelompok teman yang kompetitif dan suka mengejek) dan sekolah. Anak sering merasa tidak mampu memenuhi tuntutan yang dibebankan padanya. Rasa tidak mampu yang disertai rasa malu dan sadar diri ini dapat menimbulkan tiks. Berkedutnya (mengejangnya) otot merupakan reaksi fisik alamiah bagi ketegangan. Jika ketegangan berkepanjangan, otot akan terbiasa berkedut, walau tidak sedang tegang.

Tingkah laku orang tua
Anak yang menderita tiks , khususnya yang di bawah 6 tahun, biasanya mempunyai orang tua yang menderita tiks juga. Karakter orangtua yang terlalu pencemas, kaku dan keras, selain menjadi contoh bagi anak, juga mendorong timbulnya tiks karena mereka mengasuh anak dengan tekanan atau tuntutan yang tidak realistik. Beberapa orangtua tanpa sengaja memupuk kebiasaan tiks anak. Ketika kedutan otot terjadi secara alamiah, orangtua bereaksi berlebihan (menunjukkan simpati, perhatian, kegusaran, atau bahkan marah-marah misalnya), yang justru akan mempersering terjadinya tiks.

Reaksi terhadap trauma
Khususnya kehilangan orang yang berarti baginya. Berkedutnya otot, semula merupakan reaksi menghindar (misalnya memejamkan mata) yang normal selama atau setelah kejadian yang membingungkan anak untuk menyalurkan ketegangan ototnya. Namun seringkali gerakan ini menjadi kebiasaan untuk mengalihkan diri dari rasa tidak nyaman.

Konflik yang tidak terselesaikan
Tiks verbal (seperti mendengkur, mendehem nyaring) merupakan cara yang lebih aman daripada memaki-maki untuk menyatakan kemarahan. Ini secara tidak langsung juga akan mengganggu orang lain. Sentakan kepala dapat menjadi simbol untuk mengatakan "tidak" atas tuntutan-tuntutan yang menekan, atau pikiran-pikiran buruk yang ditabukan.

Sebab-sebab fisik
Tiks nervous berbeda dengan tiks yang disebabkan oleh kekejangan (spasmus), keracunan, penyakit saraf, atau athetosis (anggota badan atau bagian tubuh meliuk-liuk lambat tanpa dikehendaki), dan demam rematik. Untuk memastikan hal ini, diperlukan pemeriksaan medis. Masih diperdebatkan mengenai sebab-sebab sindrom Tourette. Sebagian ahli berpendapat tiks tersebut adalah kebiasaan, atau sesuatu yang dipelajari. Sementara ahli lainnya berpendapat tiks tersebut disebabkan faktor organik, yakni adanya gangguan pada sistem saraf pusat.

Pencegahan tiks

1. Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan dan memiliki rasa percaya diri.
Anak memerlukan figur yang dapat dipercayainya untuk membicarakan semua perasaan dan fantasinya tanpa ia harus merasa malu atau takut. Beberapa orangtua menolak pembicaraan yang dianggap "kotor" atau "aneh", padahal anak perlu membicarakannya sebagai fakta untuk mengatasi kebingungannya. Orang tua juga perlu melatih anak untuk menyatakan kemarahannya, tanpa menyakiti orang lain, terutama bila anak Anda cenderung pasif atau seing merasa tak berdaya.

2. Hindarkan ketegangan.
Cara mengasuh yang terlalu keras, terlalu kaku, atau terlalu menghukum. Kecemburuan terhadap saudara sekandung atau pertengkaran-pertengkaran dalam keluarga perlu dikurangi. Anda juga perlu memastikan bahwa anak cukup beristirahat setiap hari. Yang tidak kalah pentingnya adalah menenangkan dan menentramkan hatinya. Katakan kepada anak dan tunjukkan dengan bukti-bukti bahwa Anda mencintainya dan segala sesuatu akan dapat diatasi. Merasa sekelilingnya kacau dan merasa tidak berdaya, adalah sangat menakutkan bagi anak yang sensitif.

3. Jangan bereaksi berlebihan.
Lazimnya tiks akan menghilang (untuk sementara atau seterusnya), tanpa ditangani. Ketika anak baru menunjukkan gejala awal tiks, jangan mengomel ataupun membentak. Reaksi berlebihan terhadap tiks justru akan meningkatkan ketegangan anak, sehingga semakin membiasakan tiks tersebut. Kebingungan, kemarahan, dan perhatian berlebihan dari orang tua, membuat anak takut. Bila anak Anda mengalami kejadian traumatis, bersikap hangat dan mendukunglah. Jangan merisaukan tiks yang terjadi padanya, tetapi berikanlah rasa aman, dan bangunlah rasa percaya dirinya. Bila pada hari-hari berikutnya tiks masih berlanjut, barulah Anda tempuh langkah-langkah di bawah ini.

Penanganan untuk anak yang mengalami tiks

1. Beri imbalan dan abaikan.
Metode ini efektif terutama bila kebiasaan tiks baru saja dimulai. Caranya, abaikanlah tiksnya dan berilah anak imbalan utnuk waktu-waktu yang dilaluinya tanpa tiks. Untuk menghindarkan anak merasa malu dan marah, bicarakan tiks sebagai fakta (misalnya bahwa tiks tidak ada guna/tujuannya). Memang lebih bermanfaat bila Anda mendukung anak bersikap santai, dan tidak perlu menuntut anak melakukan sesuatu pun atas tiks-nya. Semakin memperhatikan dan semakin keras mencoba menghentikannya, justru semakin parah tiksnya.

2. Latihan mengendalikan kecemasan.
Latihlah anak mengatasi kecemasan, bagaimana bersikap santai dan tenang. Caranya adalah dengan menunjukkan bagaimana otot-otot betul-betul rileks. Tentu saja pada awalnya anak akan mengalami kesulitan. Mula-mula mintalah anak menegangkan otot lalu mengendurkannya perlahan-lahan, begitu seterusnya sampai ia merasa lemas dan semakin lama anak mampu mempertahankan keadaan ini. Gunakan stopwatch untuk mencatat peningkatan kemampuan ini (mula-mula mungkin 10 detik). Akan lebih baik bila dalam latihan ini anak diminta juga membayangkan sesuatu yang menyenangkannya untuk memudahkan timbulnya perasaan tenang. Selama ia rileks, paparkanlah situasi yang mencemaskannya itu (misalnya masalah berbicara di muka kelas). Lakukan pemaparan secara bertahap, sampai anak mampu mendengarkannya sambil tetap rileks.

3. Memonitor diri sendiri.
Selama beberapa hari anak dilatih menyadari dan mencatat frekuensi terjadinya tiks. Anda mungkin perlu menunjukkannya setiap kali tiks terjadi, semata-mata agar tak ada tiks yang terlewatkan, disadari anak. Hasilnya akan mengejutkan. Hanya dengan menghitungnya, seringkali tiks itu akan berkurang atau bahkan menghilang dengan sendirinya.

4. Melatih tiks.
Justru dengan sengaja melakukannya kemudian sengaja pula menghentikannya, tiks dapat dihilangkan. Anak-anak dapat melakukannya sampai lelah dan mengaanggap ini sebagai permainan. Sekurang-kurangnya ini dilakukan tiga kali seminggu, masing-masing selama setengah jam. Agar maksud latihan ini tercapai, anak harus diajak memahami bahwa tujuan latihan ini adalah menyadari gerakan yang semula tidak disadari, sehingga secara sadar pula dapat menghentikannya.

5. Melawan kebiasaan.
Anak dilatih melakukan respons yang menyaingi kebiasaan tiksnya. Respons saingan ini harus membuat anak lebih menyadari kebiasaannya sekaligus menghalangi kebiasaan tersebut (tiks tidak dapat terjadi bila respons saingan dilakukan), serta dapat dipertahankan untuk jangka waktu tertentu dan tidak mengganggu aktivitas normalnya. Misalnya untuk tiks menyentakkan kepala, atau dagu ditekankan dalam-dalam ke dada.

6. Latihan menyadari.
Kepada anak, nyatakanlah kebiasaan tiksnya, lalu mintalah ia untuk mengamati dirinya sendiri di depan cermin dan sengaja melakukan gerakan tiks tersebut. Perhatikan dan biarkan anak menyaksikan ketika tiks terjadi. Tujuannya adalah agar anak mengenali tanda-tanda awal yang mendahului tiksnya. Ingatkan ia dengan sisi-sisi buruk tiks: tidak enak dilihat, memalukan , dan tidak nyaman secara psikologis. Ajaklah anak membayangkan dirinya sendiri dalam berbagai situasi di mana ia terlibat di dalamnya tanpa melakukan tiks. Ajari pula anak Anda untuk meminta bantuan orang lain untuk mengingatkannya bila ia melakukan tiks. Mungkin anak akan malu pada awalnya, tetapi biasanya ini akan lebih membantu karena orang memperhatikannya. Kerabat dan teman-teman anak perlu membantunya dan memberi pujian atas usahanya serta betapa ia tampak lebih menyenangkan tanpa tiks. Mereka juga dapat mengingatkannya untuk melatih respons saingan.

7. Obat-obatan.
Ada yang berpendapat bahwa obat-obatan akan memperburuk rasa tak berdaya anak. Namun berbagai obat-obatan terbukti berhasil menghentikan tiks. Obat haloperidol berhasil menghentikan tiks majemuk seperti sindroma Tourette. Sedangkan butyrophenes, phenothiazine, methylphenidate, dan dextro-amphrtamine terbukti berhasil untuk tiks tidak majemuk. Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan pengawasan dokter.

Bagaimana Melindungi Otak Anak VII


Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Bijaksanalah jika Anda memikirkan kembali dan meneliti dengan cermat disiplin yang sudah Anda terapkan kepada anak-anak Anda dan dengan teliti perhatikanlah mutu dan hasil-hasilnya. Jika seorang anak tidak mengerti apa sebenarnya yang Anda harapkan daripadanya, maka pasti ia tidak dapat memberi respon yang benar. Awal daripada disiplin harus dimulai dengan komunikasi yang baik dan sederhana. Tujuan akhir daripada disiplin orang tua ialah untuk mengajarkan agar anak Anda dapat mendisplin dirinya sendiri; komunikasi merupakan langkah pertama unutk dapat mencapai tujuan itu.

Disiplin yang baik mempunyai beberapa ciri yang pasti, seperti yang diuraikan berikut ini secara singkat oleh Beverly LaHaye. Jangan lupa ajukanlah pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri Anda sendiri :
1. Apakah disiplin itu bersifat membangun?
Disiplin harus bertujuan untuk menolong si anak dan bukan untuk membuat dia frustasi.

2. Apakah displin itu menyebabkan anak itu membuat pilihan yang bijaksana?
Disiplin haruslah membimbing dan mendidik si anak agar ia sanggup membuat pilihan yang bijaksana. Dengan demikian Anda sedang menolongnya untuk dapat mendisplin dirinya sendiri.

3. Apakah disiplin itu dilakukan secara konsisten?
Disiplin yang benar berarti setia dan konsisten memberi respon terhadap ketidaktaatan. Disiplin yang dijalankan hanya sekali-sekali, jadi kadang-kadang diabaikan, akan menjadi kurang efektif.

4. Apakah disiplin itu juga menyatakan kasih?
Disiplin harus bersumber pada hati yang penuh kasih bagi si anak. Hal ini juga meyakinkan dia bahwa dirinya adalah milik dan merupakan bagian daripada keluarganya.

5. Apakah disiplin itu bersifat rahasia?
Anak Anda perlu mengetahui bahwa disiplin itu dirahasiakan hanya di antara dia dan orang tuanya, dan bahwa hal itu tidak akan menjadi bahan percakapan di kumpulan arisan ibu-ibu di lingkungan atau R.T. itu. Dengan mengampuni kesalahan anak Anda, Anda berarti juga membina kepercayaan di dalam diri anak itu bahwa Anda sudah mengampuni dia dan sekarang semuanya sudah dilupakan.

Bagaimana Melindungi Otak Anak VI


Mendidik Agar Anak Mandiri

Orang tua mana yang tidak mau melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Tampaknya memang itulah salah satu tujuan yang ingin dicapai orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Sikap mandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih kecil: memakai pakaian sendiri, menalikan sepatu dan bermacam pekerjaan-pekerjaan kecil sehari-hari lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam prakteknya pembiasaan ini banyak hambatannya. Tidak jarang orang tua merasa tidak tega atau justru tidak sabar melihat si kecil yang berusaha menalikan sepatunya selama beberapa menit, namun belum juga memperlihatkan keberhasilan. Atau langsung memberi segudang nasehat, lengkap dengan cara pemecahan yang harus dilakukan, ketika anak selesai menceritakan pertengkarannya dengan teman sebangku. Memang masalah yang dihadapi anak sehari-hari dapat dengan mudah diatasi dengan adanya campur tangan orang tua. Namun cara ini tentunya tidak akan membantu anak untuk menjadi mandiri. Ia akan terbiasa "lari" kepada orang tua apabila menghadapi persoalan, dengan perkataan lain ia terbiasa tergantung pada orang lain, untuk hal-hal yang kecil sekalipun.

Lalu upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk membiasakan anak agar tidak cenderung menggantungkan diri pada seseorang, serta mampu mengambil keputusan? Di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk melatih anak menjadi mandiri.

1. Beri kesempatan memilih
Anak yang terbiasa berhadapan dengan situasi atau hal-hal yang sudah ditentukan oleh orang lain, akan malas untuk melakukan pilihan sendiri. Sebaliknya bila ia terbiasa dihadapkan pada beberapa pilihan, ia akan terlatih untuk membuat keputusan sendiri bagi dirinya. Misalnya, sebelum menentukan menu di hari itu, ibu memberi beberapa alternatif masakan yang dapat dipilih anak untuk makan siangnya. Demikian pula dalam memilih pakaian yang akan dipakai untuk pergi ke pesta ulang tahun temannya, misalnya. Kebiasaan untuk membuat keputusan - keputusan sendiri dalam lingkup kecil sejak dini akan memudahkan untuk kelak menentukan serta memutuskan sendiri hal-hal dalam kehidupannya.

2. Hargailah usahanya
Hargailah sekecil apapun usaha yang diperlihatkan anak untuk mengatasi sendiri kesulitan yang ia hadapi. Orang tua biasanya tidak sabar menghadapi anak yang membutuhkan waktu lama untuk membuka sendiri kaleng permennya. Terutama bila saat itu ibu sedang sibuk di dapur, misalnya. Untuk itu sebaiknya otang tua memberi kesempatan padanya untuk mencoba dan tidak langsung turun tangan untuk membantu membukakannya. Jelaskan juga padanya bahwa untuk membuka kaleng akan lebih mudah kalau menggunakan ujung sendok, misalnya. Kesempatan yang anda berikan ini akan dirasakan anak sebagai penghargaan atas usahanya, sehingga akan mendorongnya untuk melakukan sendiri hal-hal kecil seperti itu.

3. Hindari banyak bertanya
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan orang tua , yang sebenarnya dimaksudkan untuk menunjukkan perhatian pada si anak, dapat diartikan sebagai sikap yang terlalu banyak mau tahu. Karena itu hindari kesan cerewet. Misalnya, anak yang baru kembali dari sekolah, akan kesal bila diserang dengan pertanyaan - pertanyaan seperti, "Belajar apa saja di sekolah?", dan "Kenapa seragamnya kotor? Pasti kamu berkelaihi lagi di sekolah!" dan seterusnya. Sebaliknya, anak akan senang dan merasa diterima apabila disambut dengan kalimat pendek : "Halo anak ibu sudah pulang sekolah!" Sehingga kalaupun ada hal-hal yang ingin ia ceritakan, dengan sendirinya anak akan menceritakan pada orang tua, tanpa harus di dorong-dorong.

4. Jangan langsung menjawab pertanyaan
Meskipun salah tugas orang tua adalah memberi informasi serta pengetahuan yang benar kepada anak, namun sebaiknya orang tua tidak langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sebaliknya, berikan kesempatan padanya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan tugas Andalah untuk mengkoreksinya apabila salah menjawab atau memberi penghargaan kalau ia benar. Kesempatan ini akan melatihnya untuk mencari alternatif-alternatif dari suatu pemecahan masalah. Misalnya, "Bu, kenapa sih, kita harus mandi dua kali sehari? " Biarkan anak memberi beberapa jawaban sesuai dengan apa yang ia ketahui. Dengan demikian pun anak terlatih untuk tidak begitu saja menerima jawaban orang tua, yang akan diterima mereka sebagai satu jawaban yang baku.

5. Dorong untuk melihat alternatif
Sebaiknya anak pun tahu bahwa untuk nmengatasi suatu masalah , orang tua bukanlah satu-satunya tempat untuk bertanya. Masih banyak sumber-sumber lain di luar rumah yang dapat membantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Untuk itu, cara yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memberitahu sumber lain yang tepat untuk dimintakan tolong, untuk mengatasi suatu masalah tertentu. Dengan demikian anak tidak akan hanya tergantung pada orang tua, yang bukan tidak mungkin kelak justru akan menyulitkan dirinya sendiri . Misalnya, ketika si anak datang pada orang tua dan mengeluh bahwa sepedanya mengeluarkan bunyi bila dikendarai. Anda dapat memberi jawaban : "Coba,ya, nanti kita periksa ke bengkel sepeda."

6. Jangan patahkan semangatnya

Tak jarang orang tua ingin menghindarkan anak dari rasa kecewa dengan mengatakan "mustahil" terhadap apa yang sedang diupayakan anak. Sebenarnya apabila anak sudah mau memperlihatkan keinginan untuk mandiri, dorong ia untuk terus melakukanya. Jangan sekali-kali anda membuatnya kehilangan motivasi atau harapannya mengenai sesuatu yang ingin dicapainya. Jika anak minta ijin Anda, "Bu, Andi mau pulang sekolah ikut mobil antar jemput, bolehkan? " Tindakan untuk menjawab : "Wah, kalau Andi mau naik mobil antar jemput, kan Andi harus bangun pagi dan sampai di rumah lebih siang. Lebih baik tidak usah deh, ya" seperti itu tentunya akan membuat anak kehilangan motivasi untuk mandiri. Sebaliknya ibu berkata "Andi mau naik mobil antar jemput? Wah, kedengarannya menyenangkan, ya. Coba Andi ceritakan pada ibu kenapa andi mau naik mobil antar jemput." Dengan cara ini, paling tidak anak mengetahui bahwa orang tua sebenarnya mendukung untuk bersikap mandiri. Meskipun akhirnya, dengan alasan-alasan yang Anda ajukan, keinginannya tersebut belum dapat di penuhi.

Tuesday, August 16, 2005

Bagaimana Melindungi Otak Anak V


Mengenal Gangguan Kecemasan pada Anak

Kecemasan (anxiety) menunjuk kepada keadaan emosi yang menentang atau tidak menyenangkan, yang meliputi interpretasi subyektif dan "arousal" atau rangsangan fisiologis (misalnya bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar, berkeringat dingin) -- Ollendick, 1985.

Secara definitif, kecemasan adalah reaksi emosional yang umum dan nampaknya tidak berhubungan dengan keadaan atau stimulus tertentu.

Cattell & Scheier, 1961; Spielberger, 1972 menggambarkan kecemasan sebagai state anxiety atau trait anxiety. State anxiety adalah reaksi emosi sementara yang timbul pada situasi tertentu, yang dirasakan sebagai suatu ancaman. Contohnya mengikuti ujian, terbang, atau kencan pertama. Keadaan ini ditentukan oleh perasaan ketegangan yang subyektif. Sedangkan trait anxiety adalah ciri atau sifat seseorang yang cukup stabil yang mengarahkan seseorang untuk menginterpretasikan suatu keadaan sebagai ancaman.

Kecemasan dipicu oleh ketakutan. Rasa takut yang normal merupakan reaksi normal terhadap situasi nyata yang mengancam seseorang. Kecemasan dianggap abnormal jika kecemasan itu terjadi dalam situasi yang dapat diatasi dengan sedikit kesulitan oleh kebanyakan orang. Artinya, jika kebanyakan orang lain dapat mengatasi suatu kesulitan yang sama dengan lebih mudah, sedangkan seseorang merasakan kesulitan itu sebagai masalah yang sangat besar yang dirasa membuat dirinya tidak mampu untuk mengatasinya, maka kecemasan yang dialami orang itu adalah kecemasan yang abnormal.

Kecemasan karena perpisahan
Pada umumnya, kecemasan pada anak akan berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya usia anak. Kecemasan yang sering terjadi pada anak-anak adalah separation anxiety disorder (SAD) atau gangguan kecemasan karena perpisahan. Secara definitif, SAD digambarkan sebagai kecemasan yang berlebihan yang disebabkan adanya perpisahan dengan orang yang sangat dekat (misalnya orang tua) dan/atau rumah, yang berada di luar tingkat perkembangan normal pada anak (DSM-III-R).

Kriteria yang berlaku secara internasional tentang SAD ini adalah :
A. Minimal ada 3 gejala di bawah ini :
  • Kecemasan yang tidak realistik dan terus menerus tentang kecelakaan yang mungkin terjadi dan menimpa orang yang sangat dekat, atau takut karena mereka pergi dan tidak kembali
  • Kecemasan yang tidak realistis dan terus menerus bahwa peristiwa bencana akan memisahkan anak dari figur yang sangat dekat dengannya (contohnya anak hilang, diculik, dibunuh, atau menjadi korban kecelakaan)
  • Penolakan untuk sekolah dan ingin selalu dekat dengan orang yang sangat dekat dengannya
  • Penolakan untuk tidur tanpa orang yang dekat dengannya atau tidur jauh dari rumah
  • Penolakan yang terus menerus agar tidak sendiri, termasuk menempel terus atau membayangi orang yang sangat dekat dengannya
  • Mimpi buruk yang terus menerus dengan topik perpisahan
  • Keluhan gejala-gejala fisik (contohnya sakit kepala, sakit perut, mual, atau muntah pada saat sekolah, atau pada saat-saat ketika mengantisipasi perpisahan dengan orang yang sangat dekat
  • Tanda-tanda keluhan yang terus menerus tentang penderitaan yang berlebihan dalam mengantisipasi perpisahan dengan orang yang sangat dekat, contohnya menangis, memohon orang tua untuk tidak pergi, temper tantrums (lihat di bagian psikologi anak)
  • Tanda-tanda keluhan yang terus menerus tentang penderitaan yang berlebihan ketika terpisah dari rumah atau dari orang yang sangat dekat. Contohnya ingin selalu pulang, ingin menelepon orang tua ketika mereka tidak ada di sampingnya, dan ketika jauh dari rumah

B. Jangka waktu gangguan paling tidak dua minggu
C. Dimulai sebelum usia 18 tahun
D. Kejadian ini tidak terjadi selama masa gangguan perkembangan, schizophrenia, atau gangguan psikotik lainnya (lihat di bagian psikologi umum)

Penanganan SAD

SAD membutuhkan evaluasi yang hati-hati karena banyak faktor yang mungkin menyebabkan anak menderita gangguan SAD, yaitu faktor keluarga, pendidikan yang diterapkan dalam keluarga, dan pola-pola interaksi yang berkembang di dalam keluarga. Terapi SAD sebaiknya tidak hanya difokuskan pada masalah tingkah laku anak, tetapi juga pada keluarga agar memahami faktor-faktor apa dan pola-pola interaksi apa yang mendukung atau mempertahankan tingkah laku anak (Crowell dan Waters, 1990).

Menghukum anak untuk tidak cengeng dalam menghadapi perpisahan mungkin tidak akan berhasil, karena stress yang ditimbulkan akibat hukuman tersebut akan menambah sensitivitas anak terhadap perpisahan dan keinginan untuk mencari kedekatan.


Fobia pada anak-anak

Fobia yang sering timbul pada anak-anak adalah fobia sederhana dan fobia sosial. Fobia dianggap sebagai bentuk khusus dari ketakutan. Dalam fobia, kecemasan dialami apabila seseorang menghadapi obyek atau situasi yang ditakuti, atau dalam antisipasi terhadap konfrontasi tersebut. Sebagai reaksinya, orang menunjukkan tingkah laku menghindar, yang merupakan ciri utama pada semua fobia.

Fobia anak-anak memiliki kualitas obsesional. Anak selalu terpancang pada fobia dan sangat sulit untuk membebaskan pikirannya dari fobia tersebut. Dengan demikian, sukar bagi mereka untuk berkonsentrasi di sekolah atau bergabung dalam aktivitas bermain.

Beberapa faktor yang memicu fobia pada anak di antaranya penderitaan fisik (misalnya perang, kematian, rumah sakit, penyakit, terbang, orang asing), kejadian alamiah (misalnya badai, kegelapan, ketinggian, binatang tertentu, kebakaran, monster), kecemasan sosial (misalnya sekolah, perpisahan, perwujudan diri atau pengenalan diri sebagai pria atau wanita, interaksi sosial, prosedur medis), dan miscellaneous (misalnya kotoran, sirine, seragam tentara, lawan sex).

Penanganan fobia pada anak Berkonsultasi dengan Psikolog merupakan jalan keluar terbaik untuk mendapatkan therapi fobia pada anak-anak. Penelitian yang mendalam akan dilakukan Psikolog untuk mengetahui apa pemicu dari fobia yang dialami anak, dan memberikan saran apa yang harus dilakukan oleh anggota keluarga lainnya.

Bagaimana Melindungi Otak Anak IV


Panduan Praktis Mewaspadai Anak Hiperaktif


Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh ahlinya (psikiater anak), sebelum gejala hiperaktif bisa digolongkan sebagai kelainan atau variasi perkembangan normal. Menurut dr. Dwidjo Saputro, Anda bisa membawa putra-putri Anda berkonsultasi dengan dokter terdekat, bila putra-putri Anda menunjukkan gejala berikut ini :

Di Rumah

  • Anak selalu bergerak. Ibaratnya dari bangun tidur sampai tidur kembali, tidak ada waktu untuk "diam".
  • Tingkah laku anak sulit diduga, khususnya emosinya: labil ( rewel tanpa sebab ), mudah "meledak" hanya oleh sedikit masalah, mudah ngadat, ngambeg.
  • Bila bermain, anak cepat sekali bosan.
  • Keinginan anak harus segera dipenuhi, karena toleransinya rendah terhadap perasaan frustasi.
  • Anak sulit berkonsentrasi sewaktu menyelesaikan tugas, sehingga banyak tugasnya tidak pernah selesai.

Respons Orang Tua

  • Menganggap anak sulit tidur
  • Menganggap anak sulit belajar, karena sulit menyelesaikan tugasnya dengan baik.
  • Menganggap anak trouble maker
  • Merasa hukuman sering diberikan, namun tidak bermanfaat (tidak berhasil mengubah perilakunya)
  • Merasa frustasi menghadapi anak.

Di Kelas

  • Anak tidak mampu berkonsentrasi, perhatiannya mudah beralih.
  • Gagal menyelesaikan tugas (mencatat, ulangan).
  • Suka berjalan-jalan dalam kelas.
  • Sulit "duduk manis" ( suka menoleh kesana kemari, badan / tangan / kaki selalu bergerak ).
  • Mengganggu kelas karena sering interupsi: berteriak memanggil guru, ijin ke kamar kecil.
    Sering bengong, melamun.

Respons Guru

  • Merasa repot karena harus banyak mencurahkan perhatian kepada anak tersebut.
  • Menganggap anak sebagai anak nakal ( sulit diatur, suka mengganggu teman ).
  • Merasa diremehkan karena sering menghukum tetapi tidak diindahkan.

Berkonsultasilah dengan dokter terdekat, dokter di puskesmas ataupun posyandu, mereka dapat menyarankan bilamana putra-putri Anda perlu penanganan ahli lebih lanjut.

Bagaimana Melindungi Otak Anak III


Mengenal & Membimbing Anak Hiperaktif

Apa sebenarnya yang disebut hiperaktif itu ?
Gangguan hiperaktif sesungguhnya sudah dikenal sejak sekitar tahun 1900 di tengah dunia medis. Pada perkembangan selanjutnya mulai muncul istilah ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity disorder). Untuk dapat disebut memiliki gangguan hiperaktif, harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.
Inatensi
Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain.

Hiperaktif
Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik.

Impulsif
Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. Anak tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran, seperti antri misalnya. Sisi lain dari impulsivitas adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Selain ketiga gejala di atas, untuk dapat diberikan diagnosis hiperaktif masih ada beberapa syarat lain. Gangguan di atas sudah menetap minimal 6 bulan, dan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Gejala-gejala tersebut muncul setidaknya dalam 2 situasi, misalnya di rumah dan di sekolah.

Problem-problem yang biasa dialami oleh anak hiperaktif
  • Problem di sekolah

Anak tidak mampu mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan baik. Konsentrasi yang mudah terganggu membuat anak tidak dapat menyerap materi pelajaran secara keseluruhan. Rentang perhatian yang pendek membuat anak ingin cepat selesai bila mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kecenderungan berbicara yang tinggi akan mengganggu anak dan teman yang diajak berbicara sehingga guru akan menyangka bahwa anak tidak memperhatikan pelajaran. Banyak dijumpai bahwa anak hiperaktif banyak mengalami kesulitan membaca, menulis, bahasa, dan matematika. Khusus untuk menulis, anak hiperaktif memiliki ketrampilan motorik halus yang secara umum tidak sebaik anak biasa.

  • Problem di rumah

Dibandingkan dengan anak yang lain, anak hiperaktif biasanya lebih mudah cemas dan kecil hati. Selain itu, ia mudah mengalami gangguan psikosomatik (gangguan kesehatan yang disebabkan faktor psikologis) seperti sakit kepala dan sakit perut. Hal ini berkaitan dengan rendahnya toleransi terhadap frustasi, sehingga bila mengalami kekecewaan, ia gampang emosional. Selain itu anak hiperaktif cenderung keras kepala dan mudah marah bila keinginannya tidak segera dipenuhi. Hambatan-hambatan tersbut membuat anak menjadi kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan baik dari keluarga maupun teman-temannya. Karena sering dibuat jengkel, orang tua sering memperlakukan anak secara kurang hangat. Orang tua kemudian banyak mengontrol anak, penuh pengawasan, banyak mengkritik, bahkan memberi hukuman. Reaksi anakpun menolak dan berontak. Akibatnya terjadi ketegangan antara orang tua dengan anak. Baik anak maupun orang tua menjadi stress, dan situasi rumahpun menjadi kurang nyaman. Akibatnya anak menjadi lebih mudah frustrasi. Kegagalan bersosialisasi di mana-mana menumbuhkan konsep diri yang negatif. Anak akan merasa bahwa dirinya buruk, selalu gagal, tidak mampu, dan ditolak.

  • Problem berbicara

Anak hiperaktif biasanya suka berbicara. Dia banyak berbicara, namun sesungguhnya kurang efisien dalam berkomunikasi. Gangguan pemusatan perhatian membuat dia sulit melakukan komunikasi yang timbal balik. Anak hiperaktif cenderung sibuk dengan diri sendiri dan kurang mampu merespon lawan bicara secara tepat.

  • Problem fisik

Secara umum anak hiperaktif memiliki tingkat kesehatan fisik yang tidak sebaik anak lain. Beberapa gangguan seperti asma, alergi, dan infeksi tenggorokan sering dijumpai. Pada saat tidur biasanya juga tidak setenang anak-anak lain. Banyak anak hiperaktif yang sulit tidur dan sering terbangun pada malam hari. Selain itu, tingginya tingkat aktivitas fisik anak juga beresiko tinggi untuk mengalami kecelakaan seperti terjatuh, terkilir, dan sebagainya.

Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab hiperaktif pada anak:

  • Faktor neurologik


Insiden hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada bayi yang lahir dengan masalah-masalah prenatal seperti lamanya proses persalinan, distres fetal, persalinan dengan cara ekstraksi forcep, toksimia gravidarum atau eklamsia dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan normal. Di samping itu faktor-faktor seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah, ibu yang terlalu muda, ibu yang merokok dan minum alkohol juga meninggikan insiden hiperaktif
Terjadinya perkembangan otak yang lambat. Faktor etiologi dalam bidang neuoralogi yang sampai kini banyak dianut adalah terjadinya disfungsi pada salah satu neurotransmiter di otak yang bernama dopamin. Dopamin merupakan zat aktif yang berguna untuk memelihara proses konsentrasi
Beberapa studi menunjukkan terjadinya gangguan perfusi darah di daerah tertentu pada anak hiperaktif, yaitu di daerah striatum, daerah orbital-prefrontal, daerah orbital-limbik otak, khususnya sisi sebelah kanan

  • Faktor toksik


Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan pengawet memilikipotensi untuk membentuk perilaku hiperaktif pada anak. Di samping itu, kadar timah (lead) dalam serum darah anak yang meningkat, ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol, terkena sinar X pada saat hamil juga dapat melahirkan calon anak hiperaktif.

  • Faktor genetik

Didapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pada keluarga dengan anak hiperaktif. Kurang lebih sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang masa kecilnya hiperaktif akan menurun pada anak. Hal ini juga terlihat pada anak kembar.
Faktor psikososial dan lingkungan
Pada anak hiperaktif sering ditemukan hubungan yang dianggap keliru antara orang tua dengan anaknya.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak mereka yang tergolong hiperaktif :

  • Orang tua perlu menambah pengetahuan tentang gangguan hiperaktifitas
  • Kenali kelebihan dan bakat anak
  • Membantu anak dalam bersosialisasi
  • Menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif (misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib), memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak
  • Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya
  • Menerima keterbatasan anak
  • Membangkitkan rasa percaya diri anak
  • Dan bekerja sama dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi anak yang sebenarnya

Disamping itu anak bisa juga melakukan pengelolaan perilakunya sendiri dengan bimbingan orang tua. Contohnya dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, dan bila suatu saat anak melanggarnya, orang tua mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan orang tua sebelumnya.

Bagaimana Melindungi Otak Anak II


Gangguan Pemusatan Perhatian pada Anak


Seringkali kita mendengar ada orangtua yang dipanggil oleh guru diakibatkan prestasi belajar anaknya tidak mengalami peningkatan dan bahkan justru di sekolah perilakunya membuat pusing guru dan teman-temannya. Anak yang demikian seringkali dianggap sebagai pembuat masalah dalam keluarga dan di sekolah. Mereka dianggap nakal, bodoh, dan tidak dapat bergaul dengan baik. Tapi apakah benar dugaan kita tersebut. Jangan-jangan anak tersebut menderita Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP).
Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) adalah suatu gangguan pada otak yang mengakibatkan kesulitan konsentrasi dan pemusatan perhatian. 80% pasien GPP memperlihatkan kesulitan belajar dan kelainan perilaku.
GPP diperkirakan berasal dari berbagai faktor, antara lain:
1. Faktor genetik terutama pada anak laki-laki2. Gangguan pada masa prenatal dan perinatal3. Ibu hamil yang kecanduan alkohol4. Akibat trauma kepala5. Keracunan timbal, zat pewarna dosis tinggi dalam makanan6. Psikososial
Biasanya anak yang mengalami GPP akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Gangguan perhatian
Anak tidak mampu memusatkan perhatiannya kepada sesuatu hal atau obyek tertentu untuk jangka waktu yang cukup lama. Beberapa ahli menyebutkan perhatian anak pada kelompok ini kurang dari 10 detik.

2. DistraktibilitasAkibat kekurangan perhatian, anak GPP mempunyai kecenderungan untuk memperhatikan rangsang yang kurang menonjol, yang dapat berupa distraktiblitas visual (penglihatan), auditoris (pendengaran)
dan internal.
Pada distraktiblitas visual, konsentrasi visual dialihkan ke benda-benda yang dilihatnya. Kedua matanya terus menerus menyelidik dan mencari pengalaman visual yang lebih baru serta lebih baik, Akibatnya anak GPP sering memperlihatkan kekeliruan khas sewaktu membaca dan cenderung melompati kata-kata atau bahkan melewati begitu saja kalimatnya.Pada distraktibilitas auditoris menyebabkan perhatian anak GPP mudah teralih kepada suara-suara latar belakang. Pada distraktibilitas internal menyebabkan penderita terganggu oleh rangsangan yang berasal dalam dirinya berupa pikiran, ingatan maupun asosiasinya sendiri. Terlihat anak GPP sering melamun sehingga tidak memperhatkan pelajaran di kelas.

3. Hiperaktivitas
Hiperaktivitas merupakan aktivitas motorik yang tingi dengan ciri-ciri aktivitas selalu berganti, tidak mempunyai tujuan tertentu, ritmis dan tidak bermanfaat. Anak hiperaktif lebih banyak mengalami gerakan mata diluar tugasnya, sehingga gerakan menoleh lebih banyak dibandingkan anak normal. Gejala tersebut akan berkurang sesuai dengan bertambahnya umur dan sebagian akan menghilang pada waktu masa remaja.
4. ImpulsifAnak dengan GPP cenderung bertindak tanpa mempertimbangkan akibat tindakan itu. Mereka cenderung memberikan respon pertama yang masuk dalam pikirannya dan lebih senang "cepat selesai" dalam mengerjakan sesuatu dan tidak mengutamakan ketelitian. Akibat impulsivitas: anak GPP tidak tepat dalam membaca, mengeja, dan berhitung meskipun konsep dasarnya telah dikuasai dengan baik.
5. Tidak pernah puasBiasanya anak GPP akan selalu meminta pada orangtuanya dan bila keinginannya telah terpenuhi anak GPP tidak akan puas begitu saja tetapi akan meminta hal lain. Dan rasa tidak puas tersebut tidak menimbulkan semangat yang positif tetapi justru negatif.
6. Kurang uletAnak GPP akan menunjukkan sifat kurang ulet dalam bekerja sehingga pekerjaannya jarang pernah selesai. Anak GPP juga akan mudah lelah sehingga bila berpikir lama akan mudah menguap, menggeliat. Biasanya jam tidur juga tidak berimbang. Siang hari sukar tidur dan pada malam hari sering terbangun.
7. Selalu berubahPerhatian anak GPP akan sangat tergantung pada motivasinya. Pada motivasi yang tinggi fokus perhatian akan lebih tajam, misalnya: mengikuti acara televisi tertentu.
8. Kegagalan SosialAnak GPP sulit untuk bekerjasama dengan anak lainnya, disebabkan antara lain:
Anak GPP tidak memperhatikan ekspresi wajah teman-temannya saat berkomunikasi. Hal tersebut disebabkan karena anak GPP tidak mempunyai perhatian secara visual (distraktibilitas visual)
Anak GPP tidak memperhatikan kata-kata teman-temannya. Hal tersebut disebabkan karena anak GPP tidak mempunyai perhatian auditoris (distraktibilitas auditoris)
Anak GPP tidak memperhatikan terhadap isyarat umpan balik sosial
Anak GPP cenderung mengabaikan keseimbangan sosial dalam hal memberi, meminta dan berbagi
9. SuperfisialitasAnak GPP cenderung dangkal dalam hal minat dan semangatnya. Pada tahun-tahun pertama di sekolah dasar prestasinya cukup baik karena pelajarannya belum terinci dan kompleks. Tetapi menginjak akhir SD atau awal SLTP, mulai timbul banyak kesulitan. Hal tersebut disebabkan disamping materi akademiknya semakin kompleks juga disebabkan karena anak GPP hanya mau belajar garis besarnya saja.

10. InkoordinasiAnak GPP sukar melakukan kegiatan motorik halus, sehingga mengalami kesulitan dalam mengikatkan tali sepatu, mengancingkan baju, dll.

11. Gangguan Belajar80% anak GPP akan mengalami kesulitan belajar. Hal itu disebabkan karena gangguan pemusatan perhatian biasanya terdapat bersama-sama dengan gangguan spesifik lainnya seperti kesulitan membaca, kesulitan berhitung.
Pada umumnya orangtua dan guru menganggap gangguan pemusatan perhatian menyebabkan kesulitan belajar, sehingga dengan terapi pemusatan perhatian akan meningkatkan prestasi akademis. Penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa dengan pengobatan, pada anak GPP didapatkan adanya perbaikan perilaku dan kegiatan di sekolah sedangkan kemampuan membaca, mengeja dan matematika tidak meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan perhatian merupakan simptom penyerta kesulitan belajar dan bukan merupakan penyebabnya.

Bagaimana Melindungi Otak Anak I


Bagaimana Melindungi Otak Anak


Perkembangan Otak Anak

Hubungan antar sel-sel otak dibentuk dengan adanya saling kirim-dan-terima signal. Signal yang berupa getaran aliran listrik ini mengalir dari sel yang satu ke sel yang lainnya, dan dengan bantuan zat kimia seperti serotonin, terbentuklah hubungan antara sel-sel otak tersebut.

Rangsangan yang terus-menerus, yang anda berikan melalui bentuk kegiatan yang berulang-ulang, akan semakin memperkuat hubungan antar sel-sel otak. Satu sel otak mampu membuat 15.000 hubungan dengan sel otak yang lain. Hubungan yang sangat rumit inilah yang membentuk jaringan
antar sel-sel otak.Pengalaman yang diterima oleh bayilah yang akan menentukan bentuk jaringan di dalam otak.

Sejak bayi lahir, jaringan ini akan dibentuk dengan cepat sekali, dan pada usia anak mencapai 3 tahun, otak anak anda akan membuat kira-kira 1000 trilyun hubungan, dimana jumlah ini adalah
2 kali lipat dari jumlah hubungan jaringan otak pada orang dewasa. Hubungan otak yang densitas/kerapatannya sangat tinggi ini akan tetap dipertahankan sampai dengan umur 10 tahun.

Setelah itu, apa yang akan terjadi ?
Setelah anak menginjak usia 11 tahun, hubungan antar sel-sel otak tersebut akan diseleksi secara alami, dimana hubungan yang sering digunakan akan semakin diperkuat dan menjadi permanen,
sedangkan hubungan yang tidak pernah digunakan akan diputus/dibuang.
Disinilah pentingnya pengalaman pada usia awal/dini. Disinilah peran orangtua akan sangat menentukan. Stimulasi yang anda berikan kepada anak anda akan sangat menentukan apakah hubungan antar sel-sel otak anak akan diperkuat atau justru diputus dan dibuang.

Kemampuan kecerdasan yang dimiliki anak ditentukan oleh 3 faktor yang saling bekerja sama seperti yang diungkapkan oleh Dr, Richard Masland, direktur Institut Penyakit Syaraf dan Kebutaan di AS. Ketiga faktor tersebut adalah:
Keadaan otak anak beserta susunan syarafnya yang diwarisi dari orangtua
Perubahan-perubahan di dalam atau kerusakan pada pusat susunan syaraf yang dibedakan cedera atau penyakit, sebelum atau sesudah lahir
Pengaruh lingkungan dan pengalaman anak terhadap otak anak
Riset-riset di bidang kedokteran menunjukkan, sebagian besar anak-anak mempunyai problem tingkah laku, yang mengalami kesulitan dalam belajar membaca di sekolah, anak-anak yang over-aktif, sulit belajar disiplin, mudah teralihkan perhatiannya, koordinasinya buruk, dan mempunyai kesulitan pengamatan, mereka ini mempunyai kerusakan otak yang ringan.
Biasanya anak-anak ini mempunyai taraf kecerdasan normal atau di atas normal. Tetapi karena kesulitannya dalam pengamatan dan karena tingkah lakunya, mereka biasanya sulit belajar membaca dan kemampuan kecerdasannya tidak berkembang sepenuhnya. Seringkali kesulitan belajar ini juga menimbulkan masalah emosional. Paling sedikit 50% dari jumlah anak-anak terbelakang dapat dikurangi, demikian menurut American Medical Association.
Demikian juga kerusakan otak yang ringan. Banyak dari cara-cara pencegahan terjadinya kerusakan ini tergantung pada orang tua. Karena itu penting bagi Anda untuk mengetahui bahaya-bahaya yang bisa mengancam otak anak dan cara-cara melindunginya dari kesulitan belajar dan keterbelakangan mental.

Di bawah ini terdapat beberapa petunjuk penting yang perlu diperhatikan :

1. Sedapat mungkin hindarkan anak terkena campak (measles)
Orangtua biasa menganggap campak sebagai gangguan tak berbahaya bagi anak kecil. Tetapi campak ini bisa mengakibatkan kematian dan merupakan penyebab utama dari keterbelakangan mental.
Dari anak-anak yang terkena campak, kira-kira 51% menunjukkan gambaran yang tidak normal pada pemeriksaan electroencephalograph (EEG). Ini ditemukan oleh Dr. Frederick Gibbs dan istrinya, dalam risetnya yang bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa otak anak-anak itu sudah terkena walaupun tidak terlihat gejala-gejala enchepalitis (kerusakan otak), bahkan dalam beberapa kasus anak tidak mengalami demam.
Gambaran EEG ini biasanya pada beberapa anak, gangguan pada otak tetap berlangsung dan akhirnya, mungkin setelah beberapa tahun, anak menderita epilepsi. Tanpa pemeriksaan EEG yang berulangkali, para dokter tidak akan mengetahui hubungan antara campak dan epilepsi itu.
Sebagian anak yang tidak sampai menderita epilepsi dan gambaran EEG-nya kembali normal, tetap mengalami kesulitan belajar, berkurangnya kemampuan intelektual, ketidakstabilan emosional dan gangguan tingkah laku.
Kerusakan otak yang diakibatkan campak ini paling banyak terdapat di antara anak-anak berumur 3 tahun. Dan anak-anak inilah yang paling membutuhkan perlindungan terhadap campak.
Pada tahun 1963 diadakan 2 macam vaksinasi yang efektif terhadap campak dan vaksinasi ketiga dilakukan pada tahun 1965. Bayi Anda bisa diberikan vaksinasi pada saat berumur 3 samapai 6 bulan. Dan pada umur 9 bulan dapat diberikan vaksinasi yang permanen. Demikian menurut American Medical Association.

2. Usahakan agar anak Anda berada di bawah pengawasan dokter yang cakap, yang secara rutin memeriksa keadaan kesehatannya dan memberikan semua vaksinasi yang perlu
Disamping campak ada beberapa penyakit menular yang bisa merusak otak anak yang dilahirkan sehat. Untung saja, penyakit seperti ini jarang berjangkit. Penyebab lainnya adalah komplikasi dari sakit gondok dan cacar air. Bila diobati secepatnya, akibat-akibatnya masih bisa diperkecil.

3. Ambillah tindakan pencegahan untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan yang bisa melukai otak anak
Hampir semua luka-luka di kepala sebenarnya dapat dicegah. Ini membutuhkan kehati-hatian orangtua. Bahaya paling besar terhadap kepala terletak di mobil. Orangtua yang tidak hati-hati sering membolehkan anak-anaknya bergumul di mobil, atau memanjat jok depan dan pindah ke belakang, atau berdiri di jok depan atau belakang, Bila mobil mendadak berhenti atau menabrak sesuatu, anak-anak mudah sekali terbentur kepalanya. Tali pengikat merupakan alat pelindung yang paling mudah bagi anak-anak.
Dua prinsip penting yang perlu diingat dalam melindungi bayi/ anak dari kecelakaan jatuh :
Ia ternyata lebih kuat dan lebih cepat daripada yang Anda kira. Dan setiap hari bertambah kecakapannya.
Jangan mempunyai kebiasaan meninggalkan bayi di meja walaupun hanya untu mengambil popok. Walaupun bayi belum bisa berguling tetapi dia sudah bisa menjejakkan kakinya ke meja.
Jangan meninggalkan anak yang duduk di kursi tinggi sendirian. Bila anak mulai merangkak, halangilah setiap anak tangga yang ada di rumah Anda. Bila ia sudah bisa belajar, latihlah ia menaiki dan menuruni tangga sambil dipegang. Bila anak mulai memanjat-manjat, ajarilah dia memanjat dengan aman, misalnya dengan memilih tempat-tempat yang aman untuk dinaiki.

4. Lindungilah anak dari racun yang merusak otak
Timah merupakan salah satu logam yang bisa mengakibatkan kerusakan otak pada anak kecil. Biasanya terdapat pada cat yang mengandung timah, pada mainan atau alat rumahtangga yang dicat kembali. Keracunan timah berlangsung lambat, selama beberapa minggu atau bulan. Gejala pertama biasanya anak rewel, diikuti gangguan pencernaan dan keletihan dan seringkali disertai kejang-kejang dan kematian. Walaupun akhirnya anak sembuh, kemungkinan besar kerusakan pada otak akan menetap.
Untuk itu Anda harus mulai mengantisipasi kerusakan otak pada anak sejak dini, karena apabila sudah terlambat, maka anak akan mengalami kesulitan belajar dan gangguan perilaku.

Tumbang Balita


Menunjang Proses Pertumbuhan Balita
Komposisi gizi ikan sangat bervariasi, dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu spesies (jenis), jenis kelamin, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur, dan letak geografis. Pada produk perikanan, protein merupakan komponen kedua terbesar setelah air, tetapi menempati posisi terpenting dalam peranannya sebagai zat gizi. Kandungan protein ikan sangat dipengaruhi oleh kadar air dan lemaknya. Namun, secara umum, dapat dikatakan bahwa ikan bersirip mengandung protein 16-24 persen. Pada ikan yang telah diolah, kandungan proteinnya dapat mencapai 35 persen. Proporsi protein konektif (kolagen) pada ikan jauh lebih rendah daripada daging ternak, yaitu berkisar antara 3-5 persen dari total protein. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan daging ikan lebih empuk. Kolagen ikan mulai menyusut pada temperatur sekitar 45°C, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kolagen mamalia (60-65°C). Ini merupakan faktor kedua yang menyebabkan daging ikan lebih mudah dicerna.
Secara umum. nilai cerna protein ikan sangat tinggi (lebih dari 90 persen). sehingga sangat mudah dicerna oleh bayi sekalipun. Ikan dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi bayi dan anak balita, yaitu untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangannya. Lemak ikan air tawar sangat sedikit mengandung kolestrol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolestrol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Selain kaya protein bermutu tinggi, ikan air tawar juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang berimbang. Vitamin yang terdapat pada ikan adalah larut lemak (vitamin A dan D), sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor, iodium, besi dan selenium.
Zat - zat gizi tersebut bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit degeberatif dan akibat kekurangan zat gizi mikro. bermanfaat untuk Dewasa ini, masyarakat Indonesia gizi ganda, yaitu sebagian penduduk mengalami kekurangan dan sebagai lagi kelebihan zat gizi, masalah kurang gizi erat berkaitan dengan penyakit dengan penyakit infeksi dan kemiskinan. Di lain pihak, oleh karena makin meningkatnya pendapatan, perubahan gaya hidup, dan pengaruh budaya global, masalah gizi lebih akan mengancam kehidupan penduduk golongan menengah ke atas serta kelompok usia lanjut. Ancaman tersebut berupa makin meningkatnya penyakit bukan infeksi, terutama dalam bentuk kegemukan, jantung, tekanan darah tinggi dan kanker. Dalam kontes masalah gizi ganda tersebut, peranan dalam penanggulangan masalah gizi kurang maupun lebih



Makanan Selingan untuk Bayi
Wanita.com - Bolehkah bayi yang berumur 3 bulan dapat di beri makanan selingan / tambahan seperti selain biskuit juga jus karena jus apel dan alpukat sangat bagus untuk kulit bayi?
Buah - buahan pada dasarnya baik untuk kesehatan, sedangkan jenis buah yang dapat diberikan adalah tomat, jeruk, pisang, pepaya, alpukat dan apel. Dan perlu juga ibu ketahui bahwa hampir semua buah - buahan tersebut mempunya khasiat berupa multivitamin dan mineral dan juga serat yang baik untuk pencernaan.
Dengan demikian pemberiannya bisa berselang - seling setiap hari, tergantung mana lebih suka anak Ibu. Mengenai takarannya, Ibu dapat memberikan 1/2 bagian buah sampai dua buah. Perlu diingat juga bahwa pemberian makanan ini tidak dipaksakan. Mengenai kelebihan dari buah alpukat dan apel untuk kulit, ya memang ada. Tetapi buah - buahan yang lain juga punya kelebihan terhadap organ tubuh yang lain. Jadi, Ibu dapat memberikan secara berganti - ganti

Proyektor TV 14”-21” jadi 150”

Pengantar

Anda pernah memimpikan punya home theater di rumah? Kami akan membantu anda mewujudkannya. Dengan membeli paket lensa proyektor dilengkapi manual pembuatannya seharga Rp.100.000 saja anda dapat menikmati hiburan di layar 100”.

Proyektor ini merupakan teknologi tepat guna berdasarkan teori fisika lensa. Namun tidak perlu pengetahuan khusus untuk dapat membuatnya. Siapapun bisa menyelesaikan proyek ini dalam 1 atau 2 jam saja.

Bagi mereka yang tinggal di pedesaan teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Sebagai hiburan pribadi, sebagai bioskop layar tancap yang bisa disewakan dengan biaya murah, ataupun sebagai alat bantu penyuluhan dan pendidikan.

Spesifikasi lensa:
1. Tebal 0.44 mm
2. Bahan Acrylic PVC
3. Dimensi 180mm x 260mm
4. Panjang fokus 30cm
5. Lentur

Televisi yang dibutuhkan:
1. Televisi 5”, 21” hingga 30”.
2. Layar cembung atau lebih bagus lagi layar datar.

Peralatan yang dibutuhkan:
1. Lensa proyektor
2. Tripleks/multipleks, kardus atau Styrofoam untuk pembuatan kotaknya.
3. Cat hitam dop atau karton hitam untuk pelapis bagian dalam kotak.
4. Penggaris
5. Cutter atau Gergaji.
6. Lem atau paku
7. Palu
8. Tripleks whiteboard untuk layar.
9. Pensil

Langkah pembuatan:

1. Lensa ini sifatnya selain memperbesar gambar juga membalik gambar secara horisontal dan vertical, atau dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Karena itu supaya gambar di layar berada pada posisi normal kita harus :
Memasang switch pembalik horizontal-vertical. Mintalah bantuan Tukang service TV. Jangan dikerjakan sendiri tanpa pengetahuan yang cukup. Biasanya berkisar antara Rp.5000 – 10.000 saja. Karena alat switchnya sendiri mungkin cuma seharga 500-2000 rupiah. Lihat gambar berikut:

(Kaki-kaki dihubungkan ke tabung CRT
Switch)

2. Buat 2 buah kotak seperti bagan di bawah. Satu buah kotak untuk menangkap cahaya dari layer Televisi. Satu buah kotak yag lebih kecil untuk kotak focus. Buatlah kotak focus sedemikian agar dapat masuk kotak yg lebih besar sehingga dapat dimaju mundurkan seperti layaknya kamera untuk mengatur focus sehingga didapat kualitas gambar yang terbaik. Bahan kotak disarankan dari multipleks atau tripleks agar kuat. Buatlah agar kotak fokus dapat digeser dgn mudah namun tidak goyang atau terlalu longgar.

3. Bagian dalam kotak focus dapat dibuat seperti piramida yang dipotong ujungnya sehingga mengarahkan cahaya ke lubang lensa.

4. Cat bagian dalam kotak dengan warna hitam dop (tidak mengkilat) agar dapat menyerap cahaya dengan baik.

5. Kekuatan intensitas cahaya proyektor sederhana ini berkisar antara 75-100 lumens. Jadi untuk mendapatkan kualitas gambar yang baik jangan sampai ada yang bocor dari kotak proyektor yang kita buat.

6. Siapkan layar yang terbuat dari tripleks berlapis melamin/formica putih seperti pada whiteboard. Atau gunakan kertas putih glossy seperti pada kertas kalender dinding. Dinding berwarna putih juga bias digunakan, namun agak menyerap cahaya dan teksturnya tidak halus sehingga agak berpengaruh pada gambar. Meskipun demikian anda dapat mencoba bahan-bahan lain berdasarkan pengamatan anda sendiri, misalnya menggunakan bahan kain satin putih.

7. Bila memungkinkan berilah bingkai berwarna hitam pada layar untuk semakin meningkatkan kualitas batas gambar/tulisan di layar, meskipun pada umumnya sudah baik. Tulisan juga dapat terbaca dgn jelas.

8. Bagian depan lubang lensa dapat diberi semacam sayap di kiri kanannya berupa karton hitam lebar kira2 10 cm untuk menambah kontras. Atau bisa dibuat seperti corong seperti pada kamera.

9. Saat menggunakan proyektor, disarankan ruangan dalam kondisi gelap. Ingat kita hanya mengandalkan cahaya televisi. Tidak seperti proyektor mahal yang menggunakan lampu penguat khusus yang besarnya 500 watt ke atas.

10. Kualitas gambar sangat tergantung kualitas TV anda. Untuk menonton VCD disarankan gunakan VCD original yg detil gambarnya memang bagus. Lebih baik lagi bila menggunakan DVD, untuk menonton film kartun atau bermain game Playstation.

11. Untuk lebih sempurna, gabungkan dengan sound system yang bagus. Sehingga suara tidak datang dari belakang kita tapi dari arah depan.

12. Kami tidak perlu promosi berlebihan. Namun bila anda membuat proyektor ini sesuai petunjuk manual, mudah2an anda akan puas. Silahkan buktikan sendiri!

Bila ada pertanyaan bisa kontak saya Ado di 08158830269 atau via email di
listmanager_2@hotmail.com atau listmanager_2@yahoo.com.

Atau via alamat surat ke
Sdr. Bagus H
Jl. Damai Rt.13/09 No.12 Lubang Buaya
Jakarta 13810 Indonesia
Sertakan perangko secukupnya untuk balasan.

13. Terima kasih. Selamat menikmati.

Tips Memberi Obat Pada Bayi


Tips Memberi Obat pada Bayi
Minum obat bukanlah hal yang mudah bagi bayi. Seringkali bayi menangis dan memuntahkan obat yang sudah masuk ke dalam mulutnya. Untuk itu ada tips memberi obat pada bayi.
Antara lain, hindari memberi obat pada bayi tanpa resep dokter, pastikan dosis yang diberikan sesuai dengan anjuran dokter, bila bayi mendapat obat antibiotik sebaiknya dihabiskan sesuai dengan jumalh anjuran dalam resep dan sebaiknya hindari obat - obatan antibiotik bila tidak terlalu perlu.
Selain itu juga jika ingin menggunakan obat yang masih tersisa setelah jangka waktu tertentu perhatikan warna bentuk obat. Perubahan warna dapat menunjukkan obat tersebut dalam kondisi baik atau tidak, obat - obatan tradisional tidak selamanya tidak bahaya, bila anda ingin memberikan terapi obat tradisional untuk bayi sebaiknya perhatikan hal - hal berikut ini, apakah menimbulkan alergi dan apakah diramu secara higienis.
Untuk itu jangan lupa untuk memberikan obat tepat waktu, jangan menyampurkan obat dengan susu, jangan mencampur obat dengan jus buah atau memberi minum bayi dengan buah setelah diberi obat. Jus buah dapat menimbulkan reaksi yang kurang baik bila diminum bersamaan dengan obat atau dalam waktu yang terlalu dekat

GER



GER si Penyebab Muntah
Umumnya bayi akan gumoh memuntahkan kembali ASI setelah selesai menyusu. Namun, jika bayi cenderung memuntahkan ASI dalam jumlah banyak dan sering, susah tidur, kolik, dan rewel, orangtua perlu memeriksakannya ke dokter. Siapa tahu ia mengalami Gastroesophageal Reflux (GER), GER merupakan lonjakan kembali cairan lambung ke kerongkongan. Penyebabnya bisa akibat kurang matangnya fungsi otak yang mengontrol pencernaan, pencernaan yang lambat, alergi makanan, cacat bawaan, atau kondisi medis lain. Pada bayi normal, 40 - 60%-nya mengalami GER, sesekali. Namun dokter akan langsung menanganinya jika bayi lahir prematur.
Anak akan berhenti mengalami GER saat usianya 12 - 18 bulan. Tapi jika sampai usia ini ia masih punya problem, hindari memberinya makanan yang asam (misal jus buah), makanan yang menimbulkan gas (kacang - kacangan), makanan berlemak, sayuran yang mempunyai sulur, kulit atau biji. Juga awasi cara anak makan. Makan dengan mulut penuh kebanyakan makan, makan dan minum di sat bersamaan, makan terlalu dekat waktu tidur, semuanya bisa menyebabkan GER. Sebagian kecil anak bahkan mengalami GER sampai dewasa. Berita baiknya, obat - obatan bisa mengatasi problem ini. Untuk jelasnya tanyakan ke dokter.
Jika si kecil susah buang air besar (sembilit) dan anda tak mengerti apa sebabnya, tanyakan kepada anak apakah ia barusan makan biskuit, cokelat atau susu. Makan - makanan ini ternyata bisa menimbulkan sembilit. Anak biasanya juga sering tak ingat waktu saat bermain atau nonton TV. Akibatnya mereka lupa minum, atau menahan haus. Keadaan akan makin buruk jika si kecil tidak suka makan buah atau sayur. Jadi, orangtua perlu mengingatkan anak untuk minum sebelum bermain. Sehabis makan adalah waktu terbaik. Juga mintalah kepada guru untuk mengingatkannya juga disekolah, jika si kecil suka lupa minum. Sembilit bukan mengenai problem seberapa sering anak ke belakang, tetapi keadaan feses yang dikeluarkan. Jadi tak apa jika anak tak kebelakang setiap hari, sepanjang fesesnya lunak dan bisa keluar dengan mudah. Anak dianggap sembilit jika fesesnya keluar dalam bentuk keras dan susah

Saturday, August 13, 2005

OPPORTUNITY

Mengapa Beruang Tumbuh Besar ? --

Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun,tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap.
Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya... hup... ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan.Si ikan kecil itu meratap pada sang beruang,
"Wahai beruang, tolonglepaskan aku."
"Mengapa," tanya sang beruang.
"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu," rintih sang ikan.
"Lalukenapa?" tanya beruang lagi.
"Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai.Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu," kataikan.
"Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang.
"Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya.
"Karena aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!" jawab beruang sambil tersenyum mantap.
"Ops!" teriak sang ikan

Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu aja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna dikemudian hari, saat kita harus berucap :
"Ohhh....Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu...??".

Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; disaat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.
Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar.
Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.
Remember :" Life is not worthy, if you are not willing to die for it !!!"
- Joseph Bismarck -

KELADI TIKUS?

Keladi Tikus, Si Pembunuh Sel Kanker

Rasanya dunia kiamat. Begitulah perasaan seseorang bila divonis kanker. Bayangan operasi ataupun kemoterapi yang akan dijalani. Tapi sebelum itu terjadi, mengapa tidak mencoba ramuan keladi tikus? Hasil penelitian di Malaysia menunjukkan umbi itu dapat membunuh serta menghambat perkembangan sel kanker sekaligus menghilangkan efek buruk dari kemoterapi.

Tanaman keladi tikus atau Typhonium flagelliforme (lodd) BL merupakan tanaman ajaib. Ini tak lain karena khasiat yang terdapat di dalamnya. Bahkan keladi tikus yang di Malaysia juga dikenal dengan sebutan Rodent tuber ini pun sudah diteliti di Universiti Sains Malaysia. "Di Indonesia, keladi tikus merupakan tanaman liar, mirip gulma yang banyak ditemui di pinggir sawah. Biasanya para petani membuang tanaman tersebut," jelas Yellia Mangan, seorang herbalis. Namun setelah dilakukan penelitian di Malaysia, tanaman tersebut menjadi popular

Menurut Prof. K.L. Chan dari University Sains Malaysia (USM), ekstrak dari keladi tikus yang tingginya sekitar 25-30 cm ini akan lebih efektif bila dalam kondisi masih segar. Hasil penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa ekstrak dari akar juga efektif untuk kanker prostat. Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Lam Siew Hong di USM menyebutkan bahwa terjadi peningkatkan aktivitas antibakteri dalam darah ikan lele.

Dari Umbi Hingga Bunga
Sesuai dengan namanya, bentuk keladi tikus memang mirip keladi atau talas. Hanya saja daunnya lebih kecil. Itu sebabnya keladi tikus masuk dalam famili Araceae, jenis tanaman keladi-keladian Di Indonesia, sebutan untuk keladi tikus ini cukup banyak. Ada yang menyebutkan bira kecil, daun panta susu, kalamoyan, ileus, ki babi, trenggiling mentik, dan gofu sepa.

Dinamakan keladi tikus, karena bentuk bunganya mirip tikus. Tetapi ukuran keladi tikus yang tumbuh di Jawa Timur maupun di Jawa Barat cukup berbeda. Untuk yang tumbuh di Jatim, umbi yang dihasilkan lebih besar daripada yang di Jabar. Tetapi jenis keladi tikus yang dimaksud justru banyak terdapat di Pekalongan, Jawa Tengah.

Tapi itu tidak masalah. Karena yang lebih penting keladi tikus mengandung antineoplastik atau antikanker selain juga bisa berkhasiat sebagai antivirus. Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman tersebut. Mulai dari akar (umbi), batang, daun hingga bunga. Tentu saja, efek tersebut akan bertambah baik bila diberikan bersama-sama dengan tanaman lainnya. Seperti waru landak, rumput mutiara dan yang lainnya.

Beberapa penelitian yang dilakukan di Malaysia, keladi tikus dapat mengurangi keluhan rasa sakit ataupun terjadinya metastase atau penyebaran sel kanker. Tanaman itu sendiri seperti dikatakan Yellia bersifat rekonstruktif. "Sel-sel yang masih bagus akan dijaga. Sel yang mati ataupun rusak akan dibangun kembali," tukasnya. Banyak pasien Yellia yang kondisinya membaik setelah mengkonsumsi keladi tikus.

Banyak perubahan yang terjadi pada pasien kanker yang ditanganinya. Luka yang timbul pada pasien kanker payudara misalnya cepat mengering. Bahkan ada pasiennya yang keluhannya berkurang setelah beberapa saat mengkonsumsi keladi tikus. Menurutnya, pasien tersebut sudah mengalami kanker yang cukup parah. Karena sel kanker payudaranya sudah menjalar ke paru-paru bahkan sampai ke sumsum tulang belakang.

Bersifat toksik
Itu sebabnya si pasien sering mengalami sesak napas. Tetapi begitu mengkonsumsi keladi tikus, keluhannya berkurang. Memang diakui oleh Yellia, kerja dari keladi tikus ini sangat efektif. Terlebih lagi bila diberikan bersama-sama dengan 'timnya'. Namun yang perlu diingat, keladi tikus sangat tidak dianjurkan untuk tindakan pencegahan karena sifatnya yang toksik itu. Sebagai gantinya, untuk pencegahan lebih baik mengkonsumsi sambiloto ataupun temu mangga yang bisa menghambat perubahan sel yang kemungkinan bisa menjadi ganas.

Jenis kanker yang bisa dihambat oleh keladi tikus selain kanker payudara adalah kanker nasofaring, liver, kanker leher rahim, pankreas, prostat, paru-paru dan banyak lagi. Selain kanker, menurut beberapa penelitian juga disebutkan bahwa keladi tikus bisa digunakan untuk orang-orang yang mengalami kecanduan narkoba. Karena bisa menetralisir racun narkoba. "Tapi saya sendiri belum menggunakannya," tambah Yellia.

Bagi penderita miom atau kista dalam rahim, ramuan keladi tikus ini juga bisa digunakan. Keladi tikus yang diberikan secara teratur dan bertahap akan membuat miom mengecil. Hanya saja, Yellia mewanti-wanti untuk tidak menggunakannya bila tidak diperlukan. Selain itu, keladi tikus juga bisa mengatasi gangguan amandel. Caranya dengan membuat cairan keladi tikus untuk digunakan sebagai obat kumur.

Yang perlu diperhatikan oleh pasien kanker, dalam menjalankan pengobatan dengan keladi tikus ini, ada beberapa pantangan yang harus dikerjakan. "Seperti tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG, rokok, alkohol, tape, nanas, nagka, durian, makanan pedas, bakso, gorengan, minuman bersoda, es, kecambah ataupun sawi hijau. Karena makanan tersebut bisa menetralisir efek dari obat keladi tikus itu sendiri," jelas Yellia.

Resep


Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
Ambil 3 batang keladi tikus lengkap, beratnya sekitar 50 gram. Cuci kemudian rendam selama 30 menit. Tumbuk halus lalu peras dengan kain. Air perasannya lalu diminum.

Untuk koreng
Keladi tikus juga bisa digunakan sebagai obat untuk koreng. Caranya, tumbuk umbi keladi tikus lalu tempelkan di tempat yang mengalami koreng. @ Diana Yunita Sari

Dilarang Bagi Wanita Hamil
Karena sifatnya yang sangat toksik atau beracun ini, ada beberapa hal yang menurut Yellia Mangan, harus diperhatikan
1. Keladi tikus lebih baik tidak dikonsumsi dalam bentuk mentah. Ada baiknya dalam bentuk yang sudah dikeringkan atau kapsul.
2. Pemberian keladi tikus untuk menghilangkan efek kemoterapi diberikan setelah 1 minggu kemoterapi.
3. Keladi tikus tidak dianjurkan untuk orang sehat ataupun sebagai tindakan pencegahan terhadap kanker. Lebih baik mengkonsumsi temu mangga untuk mencegah kanker payudara ataupun temu putih untuk kanker rahim.
4. Boleh digunakan bila terdapat tumor jinak. Itu pun tidak hanya keladi tikus saja yang diberikan, tapi juga bersama tanaman obat lainnya.
5. Wanita hamil tidak boleh mengkonsumsi keladi tikus.
6. Pada orang yang sensitif, keladi tikus bisa menimbulkan rasa gatal ataupun mual. Bila itu yang terjadi, penambahan gula atau madu bisa menetralisir rasa tersebut. Hanya perlu diperhatikan bagi orang yang menderita diabetes.@





ARTIKEL LAIN

Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman "keladitikus" Typhonium lagel liforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 sentimeter inihanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung.
"Tanaman inisangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.
Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan,Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998.
Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. "Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi. Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker.
"Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut,"ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996."Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak Jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia, " kenang Patoppoi sambil tersenyum.
Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat DepartemenPertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya.Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.
Selang beberapa hari, Dr Teomenghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benarRodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi.Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencaridi pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibusaya pun kembali normal," lanjut Boni.
Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. "Malah mereka ragu,apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yangseharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.
"Tetapikarena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.
Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teomelalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini diIndonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi.
Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang.
Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni.
Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH.Khamdani, Buduran Sidoarjo.
Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.
Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan DirekturJenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia.
Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia.Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker.
Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer CareIndonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu diJl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta, telp. 021-4894745, dan di Buduran,Sidoarjo.Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu.
"Dosis yang diperlukan tergantung penyakityang diderita," kata Boni.Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax keDr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya,dengan harga langsung dari Malaysia, sekitar 40-60 Ringgit Malaysia,"lanjut Boni. "Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran." tambahnya.
Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit
Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.
Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai"ter-kun" atau dokter-dukun. "
Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut. Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien.Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya, yang padaakhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leherrahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, danhepatitis.
Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi duniakesehatan.
Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan denganartikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial "CancerCare Indonesia" beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no. 5 Jakarta, telp :021-47867686, fax ; 4894754

Online dictionary at www.Answers.com
Buku Pintar Be NewSKP

Ensiklopedia Be NewSKP: