Wacana Be NewSKP


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Home | Sekilas | Foto | Wacana | Wisata | Agama | Humor | Gallery | Curhat | Sport | Buku Tamu

Tuesday, August 16, 2005

Bagaimana Melindungi Otak Anak V


Mengenal Gangguan Kecemasan pada Anak

Kecemasan (anxiety) menunjuk kepada keadaan emosi yang menentang atau tidak menyenangkan, yang meliputi interpretasi subyektif dan "arousal" atau rangsangan fisiologis (misalnya bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar, berkeringat dingin) -- Ollendick, 1985.

Secara definitif, kecemasan adalah reaksi emosional yang umum dan nampaknya tidak berhubungan dengan keadaan atau stimulus tertentu.

Cattell & Scheier, 1961; Spielberger, 1972 menggambarkan kecemasan sebagai state anxiety atau trait anxiety. State anxiety adalah reaksi emosi sementara yang timbul pada situasi tertentu, yang dirasakan sebagai suatu ancaman. Contohnya mengikuti ujian, terbang, atau kencan pertama. Keadaan ini ditentukan oleh perasaan ketegangan yang subyektif. Sedangkan trait anxiety adalah ciri atau sifat seseorang yang cukup stabil yang mengarahkan seseorang untuk menginterpretasikan suatu keadaan sebagai ancaman.

Kecemasan dipicu oleh ketakutan. Rasa takut yang normal merupakan reaksi normal terhadap situasi nyata yang mengancam seseorang. Kecemasan dianggap abnormal jika kecemasan itu terjadi dalam situasi yang dapat diatasi dengan sedikit kesulitan oleh kebanyakan orang. Artinya, jika kebanyakan orang lain dapat mengatasi suatu kesulitan yang sama dengan lebih mudah, sedangkan seseorang merasakan kesulitan itu sebagai masalah yang sangat besar yang dirasa membuat dirinya tidak mampu untuk mengatasinya, maka kecemasan yang dialami orang itu adalah kecemasan yang abnormal.

Kecemasan karena perpisahan
Pada umumnya, kecemasan pada anak akan berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya usia anak. Kecemasan yang sering terjadi pada anak-anak adalah separation anxiety disorder (SAD) atau gangguan kecemasan karena perpisahan. Secara definitif, SAD digambarkan sebagai kecemasan yang berlebihan yang disebabkan adanya perpisahan dengan orang yang sangat dekat (misalnya orang tua) dan/atau rumah, yang berada di luar tingkat perkembangan normal pada anak (DSM-III-R).

Kriteria yang berlaku secara internasional tentang SAD ini adalah :
A. Minimal ada 3 gejala di bawah ini :
  • Kecemasan yang tidak realistik dan terus menerus tentang kecelakaan yang mungkin terjadi dan menimpa orang yang sangat dekat, atau takut karena mereka pergi dan tidak kembali
  • Kecemasan yang tidak realistis dan terus menerus bahwa peristiwa bencana akan memisahkan anak dari figur yang sangat dekat dengannya (contohnya anak hilang, diculik, dibunuh, atau menjadi korban kecelakaan)
  • Penolakan untuk sekolah dan ingin selalu dekat dengan orang yang sangat dekat dengannya
  • Penolakan untuk tidur tanpa orang yang dekat dengannya atau tidur jauh dari rumah
  • Penolakan yang terus menerus agar tidak sendiri, termasuk menempel terus atau membayangi orang yang sangat dekat dengannya
  • Mimpi buruk yang terus menerus dengan topik perpisahan
  • Keluhan gejala-gejala fisik (contohnya sakit kepala, sakit perut, mual, atau muntah pada saat sekolah, atau pada saat-saat ketika mengantisipasi perpisahan dengan orang yang sangat dekat
  • Tanda-tanda keluhan yang terus menerus tentang penderitaan yang berlebihan dalam mengantisipasi perpisahan dengan orang yang sangat dekat, contohnya menangis, memohon orang tua untuk tidak pergi, temper tantrums (lihat di bagian psikologi anak)
  • Tanda-tanda keluhan yang terus menerus tentang penderitaan yang berlebihan ketika terpisah dari rumah atau dari orang yang sangat dekat. Contohnya ingin selalu pulang, ingin menelepon orang tua ketika mereka tidak ada di sampingnya, dan ketika jauh dari rumah

B. Jangka waktu gangguan paling tidak dua minggu
C. Dimulai sebelum usia 18 tahun
D. Kejadian ini tidak terjadi selama masa gangguan perkembangan, schizophrenia, atau gangguan psikotik lainnya (lihat di bagian psikologi umum)

Penanganan SAD

SAD membutuhkan evaluasi yang hati-hati karena banyak faktor yang mungkin menyebabkan anak menderita gangguan SAD, yaitu faktor keluarga, pendidikan yang diterapkan dalam keluarga, dan pola-pola interaksi yang berkembang di dalam keluarga. Terapi SAD sebaiknya tidak hanya difokuskan pada masalah tingkah laku anak, tetapi juga pada keluarga agar memahami faktor-faktor apa dan pola-pola interaksi apa yang mendukung atau mempertahankan tingkah laku anak (Crowell dan Waters, 1990).

Menghukum anak untuk tidak cengeng dalam menghadapi perpisahan mungkin tidak akan berhasil, karena stress yang ditimbulkan akibat hukuman tersebut akan menambah sensitivitas anak terhadap perpisahan dan keinginan untuk mencari kedekatan.


Fobia pada anak-anak

Fobia yang sering timbul pada anak-anak adalah fobia sederhana dan fobia sosial. Fobia dianggap sebagai bentuk khusus dari ketakutan. Dalam fobia, kecemasan dialami apabila seseorang menghadapi obyek atau situasi yang ditakuti, atau dalam antisipasi terhadap konfrontasi tersebut. Sebagai reaksinya, orang menunjukkan tingkah laku menghindar, yang merupakan ciri utama pada semua fobia.

Fobia anak-anak memiliki kualitas obsesional. Anak selalu terpancang pada fobia dan sangat sulit untuk membebaskan pikirannya dari fobia tersebut. Dengan demikian, sukar bagi mereka untuk berkonsentrasi di sekolah atau bergabung dalam aktivitas bermain.

Beberapa faktor yang memicu fobia pada anak di antaranya penderitaan fisik (misalnya perang, kematian, rumah sakit, penyakit, terbang, orang asing), kejadian alamiah (misalnya badai, kegelapan, ketinggian, binatang tertentu, kebakaran, monster), kecemasan sosial (misalnya sekolah, perpisahan, perwujudan diri atau pengenalan diri sebagai pria atau wanita, interaksi sosial, prosedur medis), dan miscellaneous (misalnya kotoran, sirine, seragam tentara, lawan sex).

Penanganan fobia pada anak Berkonsultasi dengan Psikolog merupakan jalan keluar terbaik untuk mendapatkan therapi fobia pada anak-anak. Penelitian yang mendalam akan dilakukan Psikolog untuk mengetahui apa pemicu dari fobia yang dialami anak, dan memberikan saran apa yang harus dilakukan oleh anggota keluarga lainnya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Online dictionary at www.Answers.com
Buku Pintar Be NewSKP

Ensiklopedia Be NewSKP: