Wacana Be NewSKP


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Home | Sekilas | Foto | Wacana | Wisata | Agama | Humor | Gallery | Curhat | Sport | Buku Tamu

Tuesday, August 16, 2005

GER



GER si Penyebab Muntah
Umumnya bayi akan gumoh memuntahkan kembali ASI setelah selesai menyusu. Namun, jika bayi cenderung memuntahkan ASI dalam jumlah banyak dan sering, susah tidur, kolik, dan rewel, orangtua perlu memeriksakannya ke dokter. Siapa tahu ia mengalami Gastroesophageal Reflux (GER), GER merupakan lonjakan kembali cairan lambung ke kerongkongan. Penyebabnya bisa akibat kurang matangnya fungsi otak yang mengontrol pencernaan, pencernaan yang lambat, alergi makanan, cacat bawaan, atau kondisi medis lain. Pada bayi normal, 40 - 60%-nya mengalami GER, sesekali. Namun dokter akan langsung menanganinya jika bayi lahir prematur.
Anak akan berhenti mengalami GER saat usianya 12 - 18 bulan. Tapi jika sampai usia ini ia masih punya problem, hindari memberinya makanan yang asam (misal jus buah), makanan yang menimbulkan gas (kacang - kacangan), makanan berlemak, sayuran yang mempunyai sulur, kulit atau biji. Juga awasi cara anak makan. Makan dengan mulut penuh kebanyakan makan, makan dan minum di sat bersamaan, makan terlalu dekat waktu tidur, semuanya bisa menyebabkan GER. Sebagian kecil anak bahkan mengalami GER sampai dewasa. Berita baiknya, obat - obatan bisa mengatasi problem ini. Untuk jelasnya tanyakan ke dokter.
Jika si kecil susah buang air besar (sembilit) dan anda tak mengerti apa sebabnya, tanyakan kepada anak apakah ia barusan makan biskuit, cokelat atau susu. Makan - makanan ini ternyata bisa menimbulkan sembilit. Anak biasanya juga sering tak ingat waktu saat bermain atau nonton TV. Akibatnya mereka lupa minum, atau menahan haus. Keadaan akan makin buruk jika si kecil tidak suka makan buah atau sayur. Jadi, orangtua perlu mengingatkan anak untuk minum sebelum bermain. Sehabis makan adalah waktu terbaik. Juga mintalah kepada guru untuk mengingatkannya juga disekolah, jika si kecil suka lupa minum. Sembilit bukan mengenai problem seberapa sering anak ke belakang, tetapi keadaan feses yang dikeluarkan. Jadi tak apa jika anak tak kebelakang setiap hari, sepanjang fesesnya lunak dan bisa keluar dengan mudah. Anak dianggap sembilit jika fesesnya keluar dalam bentuk keras dan susah

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Online dictionary at www.Answers.com
Buku Pintar Be NewSKP

Ensiklopedia Be NewSKP: