Wacana Be NewSKP


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Home | Sekilas | Foto | Wacana | Wisata | Agama | Humor | Gallery | Curhat | Sport | Buku Tamu

Thursday, September 01, 2005

Menunjang Proses Pertumbuhan Balita


Menunjang Proses Pertumbuhan Balita
Komposisi gizi ikan sangat bervariasi, dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu spesies (jenis), jenis kelamin, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur, dan letak geografis. Pada produk perikanan, protein merupakan komponen kedua terbesar setelah air, tetapi menempati posisi terpenting dalam peranannya sebagai zat gizi. Kandungan protein ikan sangat dipengaruhi oleh kadar air dan lemaknya. Namun, secara umum, dapat dikatakan bahwa ikan bersirip mengandung protein 16-24 persen. Pada ikan yang telah diolah, kandungan proteinnya dapat mencapai 35 persen. Proporsi protein konektif (kolagen) pada ikan jauh lebih rendah daripada daging ternak, yaitu berkisar antara 3-5 persen dari total protein. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan daging ikan lebih empuk. Kolagen ikan mulai menyusut pada temperatur sekitar 45°C, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kolagen mamalia (60-65°C). Ini merupakan faktor kedua yang menyebabkan daging ikan lebih mudah dicerna.
Secara umum. nilai cerna protein ikan sangat tinggi (lebih dari 90 persen). sehingga sangat mudah dicerna oleh bayi sekalipun. Ikan dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi bayi dan anak balita, yaitu untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangannya. Lemak ikan air tawar sangat sedikit mengandung kolestrol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolestrol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Selain kaya protein bermutu tinggi, ikan air tawar juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang berimbang. Vitamin yang terdapat pada ikan adalah larut lemak (vitamin A dan D), sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor, iodium, besi dan selenium.
Zat - zat gizi tersebut bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit degeberatif dan akibat kekurangan zat gizi mikro. bermanfaat untuk Dewasa ini, masyarakat Indonesia gizi ganda, yaitu sebagian penduduk mengalami kekurangan dan sebagai lagi kelebihan zat gizi, masalah kurang gizi erat berkaitan dengan penyakit dengan penyakit infeksi dan kemiskinan. Di lain pihak, oleh karena makin meningkatnya pendapatan, perubahan gaya hidup, dan pengaruh budaya global, masalah gizi lebih akan mengancam kehidupan penduduk golongan menengah ke atas serta kelompok usia lanjut. Ancaman tersebut berupa makin meningkatnya penyakit bukan infeksi, terutama dalam bentuk kegemukan, jantung, tekanan darah tinggi dan kanker. Dalam kontes masalah gizi ganda tersebut, peranan dalam penanggulangan masalah gizi kurang maupun lebih

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Online dictionary at www.Answers.com
Buku Pintar Be NewSKP

Ensiklopedia Be NewSKP: