<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004</id><updated>2011-04-21T17:27:37.215-07:00</updated><title type='text'>Wacana Be NewSKP</title><subtitle type='html'>Ilmu Pengetahuan dan Teknologi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112558837499541963</id><published>2005-09-01T08:22:00.000-07:00</published><updated>2005-09-01T08:26:14.996-07:00</updated><title type='text'>Makanan Selingan untuk Bayi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/toying2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/toying1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Makanan Selingan untuk Bayi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;a href="http://wanita.com/"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Wanita.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Bolehkah bayi yang berumur 3 bulan dapat di beri makanan selingan / tambahan seperti selain biskuit juga jus karena jus apel dan alpukat sangat bagus untuk kulit bayi? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Buah - buahan pada dasarnya baik untuk kesehatan, sedangkan jenis buah yang dapat diberikan adalah tomat, jeruk, pisang, pepaya, alpukat dan apel. Dan perlu juga ibu ketahui bahwa hampir semua buah - buahan tersebut mempunya khasiat berupa multivitamin dan mineral dan juga serat yang ]baik untuk pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Dengan demikian pemberiannya bisa berselang - seling setiap hari, tergantung mana lebih suka anak Ibu. Mengenai takarannya, Ibu dapat memberikan 1/2 bagian buah sampai dua buah. Perlu diingat juga bahwa pemberian makanan ini tidak dipaksakan. Mengenai kelebihan dari buah alpukat dan apel untuk kulit, ya memang ada. Tetapi buah - buahan yang lain juga punya kelebihan terhadap organ tubuh yang lain. Jadi, Ibu dapat memberikan secara berganti - ganti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112558837499541963?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112558837499541963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112558837499541963' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558837499541963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558837499541963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/09/makanan-selingan-untuk-bayi.html' title='Makanan Selingan untuk Bayi'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112558815554125535</id><published>2005-09-01T08:18:00.000-07:00</published><updated>2005-09-01T08:22:35.543-07:00</updated><title type='text'>Menunjang Proses Pertumbuhan Balita</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/ndutcola1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/ndutcola1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Menunjang Proses Pertumbuhan Balita&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Komposisi gizi ikan sangat bervariasi, dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu spesies (jenis), jenis kelamin, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur, dan letak geografis. Pada produk perikanan, protein merupakan komponen kedua terbesar setelah air, tetapi menempati posisi terpenting dalam peranannya sebagai zat gizi. Kandungan protein ikan sangat dipengaruhi oleh kadar air dan lemaknya. Namun, secara umum, dapat dikatakan bahwa ikan bersirip mengandung protein 16-24 persen. Pada ikan yang telah diolah, kandungan proteinnya dapat mencapai 35 persen. Proporsi protein konektif (kolagen) pada ikan jauh lebih rendah daripada daging ternak, yaitu berkisar antara 3-5 persen dari total protein. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan daging ikan lebih empuk. Kolagen ikan mulai menyusut pada temperatur sekitar 45°C, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kolagen mamalia (60-65°C). Ini merupakan faktor kedua yang menyebabkan daging ikan lebih mudah dicerna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Secara umum. nilai cerna protein ikan sangat tinggi (lebih dari 90 persen). sehingga sangat mudah dicerna oleh bayi sekalipun. Ikan dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi bayi dan anak balita, yaitu untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangannya. Lemak ikan air tawar sangat sedikit mengandung kolestrol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolestrol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Selain kaya protein bermutu tinggi, ikan air tawar juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang berimbang. Vitamin yang terdapat pada ikan adalah larut lemak (vitamin A dan D), sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor, iodium, besi dan selenium. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Zat - zat gizi tersebut bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit degeberatif dan akibat kekurangan zat gizi mikro. bermanfaat untuk Dewasa ini, masyarakat Indonesia gizi ganda, yaitu sebagian penduduk mengalami kekurangan dan sebagai lagi kelebihan zat gizi, masalah kurang gizi erat berkaitan dengan penyakit dengan penyakit infeksi dan kemiskinan. Di lain pihak, oleh karena makin meningkatnya pendapatan, perubahan gaya hidup, dan pengaruh budaya global, masalah gizi lebih akan mengancam kehidupan penduduk golongan menengah ke atas serta kelompok usia lanjut. Ancaman tersebut berupa makin meningkatnya penyakit bukan infeksi, terutama dalam bentuk kegemukan, jantung, tekanan darah tinggi dan kanker. Dalam kontes masalah gizi ganda tersebut, peranan dalam penanggulangan masalah gizi kurang maupun lebih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112558815554125535?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112558815554125535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112558815554125535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558815554125535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558815554125535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/09/menunjang-proses-pertumbuhan-balita.html' title='Menunjang Proses Pertumbuhan Balita'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112558791871723178</id><published>2005-09-01T08:14:00.000-07:00</published><updated>2005-09-01T08:18:38.720-07:00</updated><title type='text'>Ibu Bekerja</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/britney1.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/britney1.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Ibu Bekerja &amp;amp; Dampaknya bagi Perkembangan Anak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dampak krisis moneter adalah bertambahnya kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi karena semakin mahalnya harga-harga. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut salah satu caranya adalah menambah penghasilan keluarga...akhirnya kalau biasanya hanya ayah yang bekerja sekarang ibupun ikut bekerja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang ikut bekerja mempunyai banyak pilihan. Ada ibu yang memilih bekerja di rumah dan ada ibu yang memilih bekerja di luar rumah. Jika ibu memilih bekerja di luar rumah maka ibu harus pandai-pandai mengatur waktu untuk keluarga karena pada hakekatnya seorang ibu mempunyai tugas utama yaitu mengatur urusan rumah tangga termasuk mengawasi, mengatur dan membimbing anak-anak. Apalagi jika ibu mempunyai anak yang masih kecil atau balita maka seorang ibu harus tahu betul bagaimana mengatur waktu dengan bijaksana. Seorang anak usia 0-5 tahun masih sangat tergantung dengan ibunya. Karena anak usia 0-5 tahun belum dapat melakukan tugas pribadinya seperti makan, mandi, belajar, dan sebagainya. Mereka masih perlu bantuan dari orang tua dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Bila anak itu dititipkan pada seorang pembantu maka orang tua atau khususnya ibu harus tahu betul bahwa pembantu tersebut mampu membimbing dan membantu anak-anak dalam melakukan pekerjaannya. Kalau pembantu ternyata tidak dapat melakukannya maka anak-anak yang akan menderita kerugian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan kepribadian seorang anak dimulai ketika anak berusia 0-5 tahun. Anak akan belajar dari orang-orang dan lingkungan sekitarnya tentang hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Anak yang berada di lingkungan orang-orang yang sering marah, memukul, dan melakukan tindakan kekerasan lainnya, anak tersebut juga akan bertumbuh menjadi pribadi yang keras. Untuk itu ibu atau orang tua harus bijaksana dalam menitipkan anak sewaktu orang tua bekerja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang hanya karena lingkungan yang kurang mendukung sewaktu anak masih kecil akan mengakibatkan dampak yang negatif bagi pertumbuhan kepribadian anak pada usia selanjutnya. Seperti kasus-kasus kenakalan remaja, keterlibatan anak dalam dunia narkoba, dan sebagainya bisa jadi karena pembentukan kepribadian di masa kanak-kanak yang tidak terbentuk dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu maka ibu yang bekerja di luar rumah harus bijaksana mengatur waktu. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga memang sangat mulia, tetapi tetap harus diingat bahwa tugas utama seorang ibu adalah mengatur rumah tangga. Ibu yang harus berangkat bekerja pagi hari dan pulang pada sore hari tetap harus meluangkan waktu untuk berkomunikasi, bercanda, memeriksa tugas-tugas sekolahnya meskipun ibu sangat capek setelah seharian bekerja di luar rumah. Tetapi pengorbanan tersebut akan menjadi suatu kebahagiaan jika melihat anak-anaknya bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan stabil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk ibu yang bekerja di dalam rumahpun tetap harus mampu mengatur waktu dengan bijaksana. Tetapi tugas tersebut tentunya bukan hanya tugas ibu saja tetapi ayah juga harus ikut menolong ibu untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga sehingga keutuhan dan keharmonisan rumah tanggapun akan tetap terjaga dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112558791871723178?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112558791871723178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112558791871723178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558791871723178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558791871723178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/09/ibu-bekerja.html' title='Ibu Bekerja'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112558763420197109</id><published>2005-09-01T08:06:00.000-07:00</published><updated>2005-09-01T08:13:54.206-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak XIII</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/36081946_5a4dfca4fa.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/36081946_5a4dfca4fa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Mengatasi Temper Tantrum pada Anak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Pernahkah Anda mengalami ketika Anda sekeluarga berjalan-jalan ke supermarket, anak Anda ingin dibelikan sesuatu atau dia memiliki suatu permintaan ? Ketika permintaannya itu tidak Anda turuti, tanpa Anda duga, anak Anda menangis sekeras-kerasnya bahkan sampai berguling-guling di lantai. Semua mata memandang kepada Anda, dan itu membuat Anda kehilangan muka. Anda menjadi jengkel, tapi si anak semakin menjadi-jadi tangisnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang disebut Temper Tantrum, suatu letupan amarah anak yang sering terjadi pada usia 2 sampai 4 tahun di saat anak menunjukkan kemandirian dan sikap negativistiknya. Perilaku ini seringkali disertai dengan tingkah yang akan membuat Anda semakin jengkel, seperti menangis dengan keras, berguling-guling di lantai, menjerit, melempar barang, memukul-mukul, menyepak-nyepak, dan sebagainya. Bahkan pada anak yang lebih kecil, diiringi pula dengan muntah atau kencing di celana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Temper Tantrum ini bisa terjadi ? Hal ini disebabkan karena anak belum mampu mengontrol emosinya dan mengungkapkan amarahnya secara tepat. Tentu saja hal ini akan bertambah parah jika orang tua tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada anaknya, dan tidak bisa mengendalikan emosinya karena malu, jengkel, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa penyebab konkrit yang membuat anak mengalami Temper Tantrum adalah :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Anak terlalu lelah, sehingga mudah kesal dan tidak bisa mengendalikan emosinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Anak gagal melakukan sesuatu, sehingga anak menjadi emosi dan tidak mampu mengendalikannya. Hal ini akan semakin parah jika anak merasakan bahwa orang tuanya selalu membandingkannya dengan orang lain, atau orang tua memiliki tuntutan yang tinggi pada anaknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Jika anak menginginkan sesuatu, selalu ditolak dan dimarahi. Sementara orang tua selalu memaksa anak untuk melakukan sesuatu di saat dia sedang asyik bermain, misalnya untuk makan. Mungkin orang tua tidak mengira bahwa hal ini akan menjadi masalah pada si anak di kemudian hari. Si anak akan merasa bahwa ia tidak akan mampu dan tidak berani melawan kehendak orang tuanya, sementara dia sendiri harus selalu menuruti perintah orang tuanya. Ini konflik yang akan merusak emosi si anak. Akibatnya emosi anak meledak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Pada anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan mentalnya, sering terjadi Temper Tantrum, di mana dia putus asa untuk mengungkapkan maksudnya pada sekitarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Yang paling sering terjadi adalah karena anak mencontoh tindakan penyaluran amarah yang salah pada ayah atau ibunya. Jika Anda peduli dengan perkembangan anak Anda, periksa kembali sikap dan sifat-sifat Anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya : &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Yang paling utama adalah Anda beserta pasangan Anda harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Jika Anda marah, salurkanlah itu secara tepat. Anda harus ingat, bahwa anak merekam setiap kejadian yang positif maupun negatif yang terjadi di sekitarnya. Jika tanpa Anda sadari anak Anda sudah merekam sifat-sifat Anda yang buruk, atau dia melihat si Ayah memukul Ibunya, bisa dipastikan peristiwa itu akan membawa pengaruh buruk dalam hidupnya kelak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Jika anak ingin bermain dan tidak ingin diganggu, berilah kesempatan secara bijaksana kepadanya. Jangan terlalu mengekang, dan beri kepercayaan bahwa dia bisa bermain dan bergaul dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Jika Anda terpaksa harus berseberangan pendapat dengan si anak saat dia mengamuk, kemukakan pendapat Anda secara tegas, tetapi lembut. Jangan membentaknya, apalagi mengata-katai anak dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. Atur emosi Anda, karena dia tidak sedang bermusuhan dengan Anda, dan dia bukan musuh Anda. Abaikan tangisnya dan ajaklah dia berbicara dengan lembut. Jelaskan kepadanya mengapa Anda tidak memberinya mainan yang dia ingini dengan alasan yang jujur dan tidak dibuat-buat. Jelaskan dengan sabar sampai dia mengerti maksud Anda yang sebenarnya, karena saat itu adalah konflik yang sedang dialami oleh si anak. Pastikan bahwa ia bisa mengerti maksud Anda dengan baik, karena konflik yang berakhir menggantung, akan muncul di kemudian hari dengan bentuk yang tidak pernah Anda duga sebelumnya. Sekali lagi, atur emosi Anda. Mungkin Anda malu dilihat banyak orang di supermarket. Tapi ingatlah akan perkembangan emosi anak Anda. Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi jika Anda terbawa emosi dan rasa malu, dan Anda bersikap keras kepada anak Anda. Ajarlah anak Anda untuk berlatih menguasai dan mengendalikan emosinya. Anda bisa mengajaknya bermain musik, melukis, bermain bola, atau permainan lainnya. Lewat permainan-permainan tersebut, anak belajar untuk menerima kekalahan, belajar untuk tidak sombong jika menang, bersikap sportif, dan belajar bersaing secara sehat. Tapi ingat, jangan sekali-kali Anda bermain curang. Mungkin Anda pikir ini hanya sekedar permainan. Tapi anak akan berpikir dan menerapkan pada dirinya, bahwa berlaku curang itu sah-sah saja. Kalau demikian, berarti Anda sudah menyiapkan seorang koruptor baru di negeri ini. Hah....!?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112558763420197109?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112558763420197109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112558763420197109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558763420197109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558763420197109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/09/bagaimana-melindungi-otak-anak-xiii.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak XIII'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112558713350276064</id><published>2005-09-01T08:02:00.000-07:00</published><updated>2005-09-01T08:05:33.506-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak XII</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/36083630_16dbc2a7e1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/36083630_16dbc2a7e1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Bila Balita Merasa Bersalah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mempunyai rasa bersalah ternyata tidak hanya monopoli orang dewasa. Balita Anda pun bisa merasakannya lho. Seperti contoh di bawah tiba-tiba, Dio, tiga tahun, menjadi murung. la diam di kamarnya dan tak mau makan malam. Kesedihan menggurat di wajahnya. Hingga keesokan harinya, buyung ini tampak tak bersemangat. Untung saja, Mira, ibunya.menangkap perubahan ini meskipun tidak tahu apa penyebabnya. Khawatir berkelanjutan, ia membawa Dio ke psikolog perkembangan untuk diobservasi. Hasilnya, sikap Dio muncul karena ia merasa Setiap kali adik bayinya menangis di tengah malam, dialah penyebabnya. Kasus yang menimpa Dio, menurut psikolog perkembangan anak, Dra. Ike Anggraika M.Psi, hampir dialami oleh urnumnya batita yang baru mempunyai adik. Terutama bila batita tidur bersama dengan si bayi dan kedua orangtuanya. "Tangisan bayi selain menganggu, seringkali membuat si kakak sedih. Sehingga menimbulkan empati, dan bila tidak dipaharnkan dengan benar, membuat si kakak merasa bersalah atas kondisi tersebut," ungkap dosen UI ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini, menurut Ike, sejalan dengan perkembangan sikap tanggung jawab dan empati seorang anak. Pada usia batita, sikap ini mulai tumbuh meski punter kadang tidak ditempatkan dengan benar. Seperti kondisi yang dialami Dio. la ingin melakukan sesuatu untuk menenangkan adik bayinya. Tapi ia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan. Perasaan bersalah akan semakin muncul bila orangtua tidak memberikan pengertian yang benar. Terutama, bila orangtua tersirat menyalahkan si kaka. Secara tidak di sadari, Ibu seringkali melontarkan kalimat seperti, "Ssst.. diam dong, nanti adik nangis" atau "Kamu sih bergerak terus, jadi adik bangun deh." Ungkapan ini sering terlontar karena umumnya orangtua yang tidak sabar menghadapi kolik bayi atau tangisan bayi yang panjang. Bila berkelanjutan, keadaan ini akan berakibat buruk bagi perkembangan emosionalnya. Ada dua perilaku bertentangan yang mungkin muncul pada batita yang sering merasa bersalah. Pertama, ia menjadi murung, tidak bergairah, dan tidak mau berkomunikasi dengan aktif. Sedangkan yang kedua, anak menjadi sangat pemarah, tidak kooperatif, tidak mau diatur, dan cenderung memusuhi adik kecilnya. "Biasanya, sikap ini muncul dan rasa kesal dan tidak berdaya," ungkap Ike. Sebaiknya, orangtua segera mengetahui kondisi yang dihadapi batita supaya sikap negatif ini segera hilang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ike menyayangkan banyak orang tua yang tidak memahami perubahan sikap yang dialami batita kareria perasaan bersalah. ini. "Mereka sering terfokus pada masalah-masalah seperti.kesehatan yang menurun dan perlakuan buruk dari teman atau pengasuhnya. Ada beberapa tindakan yang sebaiknya segera dilakukan oleh orangtua untuk mengatasinya, pertama berikan pengertian setiap kali ia terbangun atau merasa terganggu bila adik kecilnya menangis, apalagi bila bayi itu sedang kolik. Berikanlah pengertian bahwa adik bayinya menangis bukan karena kehadiran atau perilaku si kaka. Anda boleh menjelaskannya dengan kalimat seperti, "Adik menangis karena perutnya sakit, ibu sedang berusaha mengobatinya." Sebaiknya, hindarilah perkataan yang bisa menyudutkan batita. Pada suasana yang tidak menyenangkan, ia cenderung lebih sensitif. Hal ini malah akan membuatnya menjadi lebih mudah merasa bersalah, terutama bila kalimat yang dilontarkan orangtua&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;bermakna menyalahkan si kakak batita. Sebaiknya, ajak si kakak untuk bersenandung atau menyanyikan lagu-lagu yang dapat didendangkannya untuk menghibur bayi yang sedang kolik. Biasanya, ini akan lebih membantu. Bila memungkinkan, biarkan kakak tidur di kamar lain dan mintalah ayah untuk menemaninya. Namun, sebelumnya tanyakan lebih dulu pada si batita apakah ia ingin pindah. Jangan memaksakan tindakan ini karena bisa membuat si kakak merasa disisihkan bila bantuan ini tidak bisa membuat batita merasa nyaman dan tenang. Untuk mengetahui apa penyebab si kecil merasa bersalah, diperlukan observasi yang mungkin tidak pendek. Selain itu, dukungan yang serius dari orangtua juga sangat penting. Tapi Ike menyarankan supaya orang tua mengupayakan kondisi yang tidak menimbulkan gangguan emosional ini. Selalu menciptakan kondisi yang kondusif bagi tumbuh kembang anak, membuat anak tidak mudah merasa bersalah. Banyak cara untuk melakukannya, yaitu menghindari pertengkaran di hadapan anak, melakukan perajakan kelahiran yang cukup antara anak yang satu dengan kelahiran anak yang lain dan memberikan dukungan emosi, limpahan kasih sayang serta perhatian yang cukup pada anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112558713350276064?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112558713350276064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112558713350276064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558713350276064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558713350276064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/09/bagaimana-melindungi-otak-anak-xii.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak XII'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112558690087913961</id><published>2005-09-01T07:49:00.000-07:00</published><updated>2005-09-01T08:01:40.886-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak XI</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/35847944_4c0f47bdd1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/35847944_4c0f47bdd1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Autisme&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Salah satu gangguan perkembangan anak adalah autisme. Jumlah penderita ini kian waktu kian meningkat. Bagaimana cara mengetahuinya kalau anak tercinta terkena autisme? Selain banyak dipicu dengan berbagai faktor, disini akan memberi sedikit gambaran tentang tanda awal autisme pada anak usia 0 - 5 tahun. Adapun ciri awal Autisme Anak berusia 0 - 5 tahun adalah sebagai berikut.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi lahir - Usia 6 bulan :&lt;br /&gt;· Anak "terilalu tenang/baik".&lt;br /&gt;· Mudah terangsang (irritable) banyak menangis terutama malam, dan susah ditenangkan.&lt;br /&gt;· Jarang mengoceh.&lt;br /&gt;· Jarang menunjukkan senyuman sosial.&lt;br /&gt;· Jarang menyodorkan kedua lengan minta diangkat.&lt;br /&gt;· Jarang menunjukkan kontak sosial.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Usia 6 Bulan - 2 Tahun :&lt;br /&gt;· Tidak mau dipeluk atau menjadi tegang bila diangkat.&lt;br /&gt;· Cuek.menghadapi kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;· Tidak mau ikut permainan sederhana seperti "cilukba" "bye bye".&lt;br /&gt;· Tidak berupaya rnenggunakan kata-kata&lt;br /&gt;· Tidak tertarik pada boneka atau binatang rnainan untuk bayi.&lt;br /&gt;· Bisa sangat tertarik pada kedua tangannya sendiri.&lt;br /&gt;· Mungkin menolak makanan keras atau tidak mau mengunyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 2 - 3 Tahun:&lt;br /&gt;· Tidak tertarik (terbatas) atau menunjukkan perhatian khusus.&lt;br /&gt;· Menganggap orang lain sebagai alat atau benda.&lt;br /&gt;· Menunjukkan kontak mata yang terbatas.&lt;br /&gt;· Mungkin mencium atau menjilat benda-benda.&lt;br /&gt;· Menolak untuk dipeluk dan menjadi tegang atau sebaliknya tubuh menjadi lemas.&lt;br /&gt;· Realtif cuek menghadapi orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 4 - 5 tahun :&lt;br /&gt;· Bila akhirnya berbicara tak jarang echolalic atau mengulang-ulang kata yang diucapkan orang lain setelah beberapa lama.&lt;br /&gt;· Menunjukkan suara yang aneh, biasanya nadanya tinggi dan monoton. * Sangat terganggu bila terjadi perubahan rutin pada kegiatan sehari - hari. * Kontak mata rnasih sangat terbatas, walaupun bisa terjadi perbaikan.&lt;br /&gt;· Tantrum dan agresi berkelanjutan tetapi bisa juga berangsur-angsur berkurang.&lt;br /&gt;· Melukai diri sendiri.Merangsang diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112558690087913961?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112558690087913961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112558690087913961' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558690087913961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112558690087913961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/09/bagaimana-melindungi-otak-anak-xi.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak XI'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112507631101935726</id><published>2005-08-27T18:45:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T11:44:24.526-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak X</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/naughtybaby1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/naughtybaby1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh Musik pada Anak &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia. Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112507631101935726?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112507631101935726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112507631101935726' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507631101935726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507631101935726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-x.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak X'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112507608254904424</id><published>2005-08-26T09:59:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T10:08:02.553-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak IX</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/P1010006.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/P1010006.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Kesehatan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Intelligensi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Jenis kelamin&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;em&gt;Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;em&gt;Status sosial ekonomi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh bermain bagi perkembangan anak &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/strong&gt;Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain dapat digunakan sebagai terapi &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. Permainan Aktif &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. &lt;em&gt;Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.&lt;br /&gt;2.&lt;em&gt; Drama&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Bermain musik&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.&lt;br /&gt;4. &lt;em&gt;Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.&lt;br /&gt;5. &lt;em&gt;Permainan olah raga&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;B. Permainan Pasif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Membaca&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Mendengarkan radio&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Menonton televisi&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112507608254904424?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112507608254904424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112507608254904424' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507608254904424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507608254904424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-ix.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak IX'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112507550221308554</id><published>2005-08-26T09:47:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T09:58:22.226-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak VIII</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/IMG_0345.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/IMG_0345.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Mengenal &amp;amp; Menangani Tiks pada Anak &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiks otot adalah gerakan tubuh yang sekonyong-konyong, berulang-ulang tanpa tanpa tujuan, di mana otot-otot bergerak tanpa tujuan, tanpa sengaja, impulsif, dan terus menerus. Lazimnya, setelah kedipan mata, diikuti gerakan muka, leher, dan bahu. Tiks juga meliputi kerutan dahi, juluran lidah, batuk, sentakan kepala, mulut. Selain itu ada juga tiks verbal berupa suara yang diulang-ulang, kadang-kadang berupa pengulangan frase (misalnya "kau tahu").&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiks biasanya lebih intens dan lebih sering terjadi dalam kondisi tertekan. Tiks tidak terjadi ketika tidur, dan lebih banyak diderita anak laki-laki daripada anak perempuan. Biasanya tiks dimulai pada usia 4-12 tahun, dan paling sering terjadi pada usis 7-9 tahun. Umumnya tiks tidak berlanjut hingga anak dewasa, kecuali tiks majemuk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mengalami tiks seringkali gelisah, peka, mudah terpengaruh keadaan, keras kepala, dan sangat tergantung pada orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemerikasaan medis akan membedakan tiks nervous dan tiks organik. &lt;em&gt;Tiks organik&lt;/em&gt; yang timbul karena gangguan pada sistem saraf pusat (fisik), biasanya tidak teratur, sekilas, dan tidak stereotip. Sedangkan &lt;em&gt;tiks nervous&lt;/em&gt; terjadi berulang kali, kadang-kadang ratusan kali sehari. Selain itu tiks nervous tidak terasa sakit dan tidak terjadi pengecilan otot (atrofi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebab terjadinya tiks&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketegangan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak hal dapat mencemaskan anak, terutama tekanan dari teman sebaya (misalnya kelompok teman yang kompetitif dan suka mengejek) dan sekolah. Anak sering merasa tidak mampu memenuhi tuntutan yang dibebankan padanya. Rasa tidak mampu yang disertai rasa malu dan sadar diri ini dapat menimbulkan tiks. Berkedutnya (mengejangnya) otot merupakan reaksi fisik alamiah bagi ketegangan. Jika ketegangan berkepanjangan, otot akan terbiasa berkedut, walau tidak sedang tegang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tingkah laku orang tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak yang menderita tiks , khususnya yang di bawah 6 tahun, biasanya mempunyai orang tua yang menderita tiks juga. Karakter orangtua yang terlalu pencemas, kaku dan keras, selain menjadi contoh bagi anak, juga mendorong timbulnya tiks karena mereka mengasuh anak dengan tekanan atau tuntutan yang tidak realistik. Beberapa orangtua tanpa sengaja memupuk kebiasaan tiks anak. Ketika kedutan otot terjadi secara alamiah, orangtua bereaksi berlebihan (menunjukkan simpati, perhatian, kegusaran, atau bahkan marah-marah misalnya), yang justru akan mempersering terjadinya tiks. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reaksi terhadap trauma&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Khususnya kehilangan orang yang berarti baginya. Berkedutnya otot, semula merupakan reaksi menghindar (misalnya memejamkan mata) yang normal selama atau setelah kejadian yang membingungkan anak untuk menyalurkan ketegangan ototnya. Namun seringkali gerakan ini menjadi kebiasaan untuk mengalihkan diri dari rasa tidak nyaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konflik yang tidak terselesaikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tiks verbal (seperti mendengkur, mendehem nyaring) merupakan cara yang lebih aman daripada memaki-maki untuk menyatakan kemarahan. Ini secara tidak langsung juga akan mengganggu orang lain. Sentakan kepala dapat menjadi simbol untuk mengatakan "tidak" atas tuntutan-tuntutan yang menekan, atau pikiran-pikiran buruk yang ditabukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebab-sebab fisik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tiks nervous berbeda dengan tiks yang disebabkan oleh kekejangan (spasmus), keracunan, penyakit saraf, atau athetosis (anggota badan atau bagian tubuh meliuk-liuk lambat tanpa dikehendaki), dan demam rematik. Untuk memastikan hal ini, diperlukan pemeriksaan medis. Masih diperdebatkan mengenai sebab-sebab sindrom Tourette. Sebagian ahli berpendapat tiks tersebut adalah kebiasaan, atau sesuatu yang dipelajari. Sementara ahli lainnya berpendapat tiks tersebut disebabkan faktor organik, yakni adanya gangguan pada sistem saraf pusat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pencegahan tiks&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan dan memiliki rasa percaya diri.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak memerlukan figur yang dapat dipercayainya untuk membicarakan semua perasaan dan fantasinya tanpa ia harus merasa malu atau takut. Beberapa orangtua menolak pembicaraan yang dianggap "kotor" atau "aneh", padahal anak perlu membicarakannya sebagai fakta untuk mengatasi kebingungannya. Orang tua juga perlu melatih anak untuk menyatakan kemarahannya, tanpa menyakiti orang lain, terutama bila anak Anda cenderung pasif atau seing merasa tak berdaya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Hindarkan ketegangan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cara mengasuh yang terlalu keras, terlalu kaku, atau terlalu menghukum. Kecemburuan terhadap saudara sekandung atau pertengkaran-pertengkaran dalam keluarga perlu dikurangi. Anda juga perlu memastikan bahwa anak cukup beristirahat setiap hari. Yang tidak kalah pentingnya adalah menenangkan dan menentramkan hatinya. Katakan kepada anak dan tunjukkan dengan bukti-bukti bahwa Anda mencintainya dan segala sesuatu akan dapat diatasi. Merasa sekelilingnya kacau dan merasa tidak berdaya, adalah sangat menakutkan bagi anak yang sensitif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Jangan bereaksi berlebihan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lazimnya tiks akan menghilang (untuk sementara atau seterusnya), tanpa ditangani. Ketika anak baru menunjukkan gejala awal tiks, jangan mengomel ataupun membentak. Reaksi berlebihan terhadap tiks justru akan meningkatkan ketegangan anak, sehingga semakin membiasakan tiks tersebut. Kebingungan, kemarahan, dan perhatian berlebihan dari orang tua, membuat anak takut. Bila anak Anda mengalami kejadian traumatis, bersikap hangat dan mendukunglah. Jangan merisaukan tiks yang terjadi padanya, tetapi berikanlah rasa aman, dan bangunlah rasa percaya dirinya. Bila pada hari-hari berikutnya tiks masih berlanjut, barulah Anda tempuh langkah-langkah di bawah ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penanganan untuk anak yang mengalami tiks&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Beri imbalan dan abaikan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Metode ini efektif terutama bila kebiasaan tiks baru saja dimulai. Caranya, abaikanlah tiksnya dan berilah anak imbalan utnuk waktu-waktu yang dilaluinya tanpa tiks. Untuk menghindarkan anak merasa malu dan marah, bicarakan tiks sebagai fakta (misalnya bahwa tiks tidak ada guna/tujuannya). Memang lebih bermanfaat bila Anda mendukung anak bersikap santai, dan tidak perlu menuntut anak melakukan sesuatu pun atas tiks-nya. Semakin memperhatikan dan semakin keras mencoba menghentikannya, justru semakin parah tiksnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Latihan mengendalikan kecemasan&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Latihlah anak mengatasi kecemasan, bagaimana bersikap santai dan tenang. Caranya adalah dengan menunjukkan bagaimana otot-otot betul-betul rileks. Tentu saja pada awalnya anak akan mengalami kesulitan. Mula-mula mintalah anak menegangkan otot lalu mengendurkannya perlahan-lahan, begitu seterusnya sampai ia merasa lemas dan semakin lama anak mampu mempertahankan keadaan ini. Gunakan stopwatch untuk mencatat peningkatan kemampuan ini (mula-mula mungkin 10 detik). Akan lebih baik bila dalam latihan ini anak diminta juga membayangkan sesuatu yang menyenangkannya untuk memudahkan timbulnya perasaan tenang. Selama ia rileks, paparkanlah situasi yang mencemaskannya itu (misalnya masalah berbicara di muka kelas). Lakukan pemaparan secara bertahap, sampai anak mampu mendengarkannya sambil tetap rileks.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Memonitor diri sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama beberapa hari anak dilatih menyadari dan mencatat frekuensi terjadinya tiks. Anda mungkin perlu menunjukkannya setiap kali tiks terjadi, semata-mata agar tak ada tiks yang terlewatkan, disadari anak. Hasilnya akan mengejutkan. Hanya dengan menghitungnya, seringkali tiks itu akan berkurang atau bahkan menghilang dengan sendirinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;em&gt;Melatih tiks.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Justru dengan sengaja melakukannya kemudian sengaja pula menghentikannya, tiks dapat dihilangkan. Anak-anak dapat melakukannya sampai lelah dan mengaanggap ini sebagai permainan. Sekurang-kurangnya ini dilakukan tiga kali seminggu, masing-masing selama setengah jam. Agar maksud latihan ini tercapai, anak harus diajak memahami bahwa tujuan latihan ini adalah menyadari gerakan yang semula tidak disadari, sehingga secara sadar pula dapat menghentikannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;em&gt;Melawan kebiasaan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak dilatih melakukan respons yang menyaingi kebiasaan tiksnya. Respons saingan ini harus membuat anak lebih menyadari kebiasaannya sekaligus menghalangi kebiasaan tersebut (tiks tidak dapat terjadi bila respons saingan dilakukan), serta dapat dipertahankan untuk jangka waktu tertentu dan tidak mengganggu aktivitas normalnya. Misalnya untuk tiks menyentakkan kepala, atau dagu ditekankan dalam-dalam ke dada. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;em&gt;Latihan menyadari.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepada anak, nyatakanlah kebiasaan tiksnya, lalu mintalah ia untuk mengamati dirinya sendiri di depan cermin dan sengaja melakukan gerakan tiks tersebut. Perhatikan dan biarkan anak menyaksikan ketika tiks terjadi. Tujuannya adalah agar anak mengenali tanda-tanda awal yang mendahului tiksnya. Ingatkan ia dengan sisi-sisi buruk tiks: tidak enak dilihat, memalukan , dan tidak nyaman secara psikologis. Ajaklah anak membayangkan dirinya sendiri dalam berbagai situasi di mana ia terlibat di dalamnya tanpa melakukan tiks. Ajari pula anak Anda untuk meminta bantuan orang lain untuk mengingatkannya bila ia melakukan tiks. Mungkin anak akan malu pada awalnya, tetapi biasanya ini akan lebih membantu karena orang memperhatikannya. Kerabat dan teman-teman anak perlu membantunya dan memberi pujian atas usahanya serta betapa ia tampak lebih menyenangkan tanpa tiks. Mereka juga dapat mengingatkannya untuk melatih respons saingan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;em&gt;Obat-obatan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada yang berpendapat bahwa obat-obatan akan memperburuk rasa tak berdaya anak. Namun berbagai obat-obatan terbukti berhasil menghentikan tiks. Obat haloperidol berhasil menghentikan tiks majemuk seperti sindroma Tourette. Sedangkan butyrophenes, phenothiazine, methylphenidate, dan dextro-amphrtamine terbukti berhasil untuk tiks tidak majemuk. Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan pengawasan dokter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112507550221308554?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112507550221308554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112507550221308554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507550221308554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507550221308554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-viii.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak VIII'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112507463508711209</id><published>2005-08-26T09:33:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T09:43:55.093-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak VII</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/36081557_c2e222739d.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/36081557_c2e222739d.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Mengajarkan Disiplin Pada Anak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;Bijaksanalah jika Anda memikirkan kembali dan meneliti dengan cermat disiplin yang sudah Anda terapkan kepada anak-anak Anda dan dengan teliti perhatikanlah mutu dan hasil-hasilnya. Jika seorang anak tidak mengerti apa sebenarnya yang Anda harapkan daripadanya, maka pasti ia tidak dapat memberi respon yang benar. Awal daripada disiplin harus dimulai dengan komunikasi yang baik dan sederhana. Tujuan akhir daripada disiplin orang tua ialah untuk mengajarkan agar anak Anda dapat mendisplin dirinya sendiri; komunikasi merupakan langkah pertama unutk dapat mencapai tujuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplin yang baik mempunyai beberapa ciri yang pasti, seperti yang diuraikan berikut ini secara singkat oleh Beverly LaHaye. Jangan lupa ajukanlah pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri Anda sendiri :&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Apakah disiplin itu bersifat membangun?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Disiplin harus bertujuan untuk menolong si anak dan bukan untuk membuat dia frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Apakah displin itu menyebabkan anak itu membuat pilihan yang bijaksana&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;Disiplin haruslah membimbing dan mendidik si anak agar ia sanggup membuat pilihan yang bijaksana. Dengan demikian Anda sedang menolongnya untuk dapat mendisplin dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Apakah disiplin itu dilakukan secara konsisten?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Disiplin yang benar berarti setia dan konsisten memberi respon terhadap ketidaktaatan. Disiplin yang dijalankan hanya sekali-sekali, jadi kadang-kadang diabaikan, akan menjadi kurang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;em&gt;Apakah disiplin itu juga menyatakan kasih?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Disiplin harus bersumber pada hati yang penuh kasih bagi si anak. Hal ini juga meyakinkan dia bahwa dirinya adalah milik dan merupakan bagian daripada keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;em&gt;Apakah disiplin itu bersifat rahasia?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Anak Anda perlu mengetahui bahwa disiplin itu dirahasiakan hanya di antara dia dan orang tuanya, dan bahwa hal itu tidak akan menjadi bahan percakapan di kumpulan arisan ibu-ibu di lingkungan atau R.T. itu. Dengan mengampuni kesalahan anak Anda, Anda berarti juga membina kepercayaan di dalam diri anak itu bahwa Anda sudah mengampuni dia dan sekarang semuanya sudah dilupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112507463508711209?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112507463508711209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112507463508711209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507463508711209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507463508711209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-vii.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak VII'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112507382710280910</id><published>2005-08-26T09:26:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T09:30:27.113-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak VI</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/108.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/108.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Mendidik Agar Anak Mandiri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Orang tua mana yang tidak mau melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Tampaknya memang itulah salah satu tujuan yang ingin dicapai orang tua dalam mendidik anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sikap mandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih kecil: memakai pakaian sendiri, menalikan sepatu dan bermacam pekerjaan-pekerjaan kecil sehari-hari lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam prakteknya pembiasaan ini banyak hambatannya. Tidak jarang orang tua merasa tidak tega atau justru tidak sabar melihat si kecil yang berusaha menalikan sepatunya selama beberapa menit, namun belum juga memperlihatkan keberhasilan. Atau langsung memberi segudang nasehat, lengkap dengan cara pemecahan yang harus dilakukan, ketika anak selesai menceritakan pertengkarannya dengan teman sebangku. Memang masalah yang dihadapi anak sehari-hari dapat dengan mudah diatasi dengan adanya campur tangan orang tua. Namun cara ini tentunya tidak akan membantu anak untuk menjadi mandiri. Ia akan terbiasa "lari" kepada orang tua apabila menghadapi persoalan, dengan perkataan lain ia terbiasa tergantung pada orang lain, untuk hal-hal yang kecil sekalipun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk membiasakan anak agar tidak cenderung menggantungkan diri pada seseorang, serta mampu mengambil keputusan? Di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk melatih anak menjadi mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Beri kesempatan memilih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak yang terbiasa berhadapan dengan situasi atau hal-hal yang sudah ditentukan oleh orang lain, akan malas untuk melakukan pilihan sendiri. Sebaliknya bila ia terbiasa dihadapkan pada beberapa pilihan, ia akan terlatih untuk membuat keputusan sendiri bagi dirinya. Misalnya, sebelum menentukan menu di hari itu, ibu memberi beberapa alternatif masakan yang dapat dipilih anak untuk makan siangnya. Demikian pula dalam memilih pakaian yang akan dipakai untuk pergi ke pesta ulang tahun temannya, misalnya. Kebiasaan untuk membuat keputusan - keputusan sendiri dalam lingkup kecil sejak dini akan memudahkan untuk kelak menentukan serta memutuskan sendiri hal-hal dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Hargailah usahanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hargailah sekecil apapun usaha yang diperlihatkan anak untuk mengatasi sendiri kesulitan yang ia hadapi. Orang tua biasanya tidak sabar menghadapi anak yang membutuhkan waktu lama untuk membuka sendiri kaleng permennya. Terutama bila saat itu ibu sedang sibuk di dapur, misalnya. Untuk itu sebaiknya otang tua memberi kesempatan padanya untuk mencoba dan tidak langsung turun tangan untuk membantu membukakannya. Jelaskan juga padanya bahwa untuk membuka kaleng akan lebih mudah kalau menggunakan ujung sendok, misalnya. Kesempatan yang anda berikan ini akan dirasakan anak sebagai penghargaan atas usahanya, sehingga akan mendorongnya untuk melakukan sendiri hal-hal kecil seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Hindari banyak bertanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan orang tua , yang sebenarnya dimaksudkan untuk menunjukkan perhatian pada si anak, dapat diartikan sebagai sikap yang terlalu banyak mau tahu. Karena itu hindari kesan cerewet. Misalnya, anak yang baru kembali dari sekolah, akan kesal bila diserang dengan pertanyaan - pertanyaan seperti, "Belajar apa saja di sekolah?", dan "Kenapa seragamnya kotor? Pasti kamu berkelaihi lagi di sekolah!" dan seterusnya. Sebaliknya, anak akan senang dan merasa diterima apabila disambut dengan kalimat pendek : "Halo anak ibu sudah pulang sekolah!" Sehingga kalaupun ada hal-hal yang ingin ia ceritakan, dengan sendirinya anak akan menceritakan pada orang tua, tanpa harus di dorong-dorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan langsung menjawab pertanyaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meskipun salah tugas orang tua adalah memberi informasi serta pengetahuan yang benar kepada anak, namun sebaiknya orang tua tidak langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sebaliknya, berikan kesempatan padanya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan tugas Andalah untuk mengkoreksinya apabila salah menjawab atau memberi penghargaan kalau ia benar. Kesempatan ini akan melatihnya untuk mencari alternatif-alternatif dari suatu pemecahan masalah. Misalnya, "Bu, kenapa sih, kita harus mandi dua kali sehari? " Biarkan anak memberi beberapa jawaban sesuai dengan apa yang ia ketahui. Dengan demikian pun anak terlatih untuk tidak begitu saja menerima jawaban orang tua, yang akan diterima mereka sebagai satu jawaban yang baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Dorong untuk melihat alternatif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya anak pun tahu bahwa untuk nmengatasi suatu masalah , orang tua bukanlah satu-satunya tempat untuk bertanya. Masih banyak sumber-sumber lain di luar rumah yang dapat membantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Untuk itu, cara yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memberitahu sumber lain yang tepat untuk dimintakan tolong, untuk mengatasi suatu masalah tertentu. Dengan demikian anak tidak akan hanya tergantung pada orang tua, yang bukan tidak mungkin kelak justru akan menyulitkan dirinya sendiri . Misalnya, ketika si anak datang pada orang tua dan mengeluh bahwa sepedanya mengeluarkan bunyi bila dikendarai. Anda dapat memberi jawaban : "Coba,ya, nanti kita periksa ke bengkel sepeda."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan patahkan semangatnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang orang tua ingin menghindarkan anak dari rasa kecewa dengan mengatakan "mustahil" terhadap apa yang sedang diupayakan anak. Sebenarnya apabila anak sudah mau memperlihatkan keinginan untuk mandiri, dorong ia untuk terus melakukanya. Jangan sekali-kali anda membuatnya kehilangan motivasi atau harapannya mengenai sesuatu yang ingin dicapainya. Jika anak minta ijin Anda, "Bu, Andi mau pulang sekolah ikut mobil antar jemput, bolehkan? " Tindakan untuk menjawab : "Wah, kalau Andi mau naik mobil antar jemput, kan Andi harus bangun pagi dan sampai di rumah lebih siang. Lebih baik tidak usah deh, ya" seperti itu tentunya akan membuat anak kehilangan motivasi untuk mandiri. Sebaliknya ibu berkata "Andi mau naik mobil antar jemput? Wah, kedengarannya menyenangkan, ya. Coba Andi ceritakan pada ibu kenapa andi mau naik mobil antar jemput." Dengan cara ini, paling tidak anak mengetahui bahwa orang tua sebenarnya mendukung untuk bersikap mandiri. Meskipun akhirnya, dengan alasan-alasan yang Anda ajukan, keinginannya tersebut belum dapat di penuhi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112507382710280910?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112507382710280910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112507382710280910' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507382710280910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112507382710280910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-vi.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak VI'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419801029190188</id><published>2005-08-16T06:06:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T06:13:30.296-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak V</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/15090070.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/200/15090070.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Gangguan Kecemasan pada Anak&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Kecemasan (anxiety) menunjuk kepada keadaan emosi yang menentang atau tidak menyenangkan, yang meliputi interpretasi subyektif dan "arousal" atau rangsangan fisiologis (misalnya bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar, berkeringat dingin) -- Ollendick, 1985. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara definitif, kecemasan adalah reaksi emosional yang umum dan nampaknya tidak berhubungan dengan keadaan atau stimulus tertentu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cattell &amp; Scheier, 1961; Spielberger, 1972 menggambarkan kecemasan sebagai state anxiety atau trait anxiety. State anxiety adalah reaksi emosi sementara yang timbul pada situasi tertentu, yang dirasakan sebagai suatu ancaman. Contohnya mengikuti ujian, terbang, atau kencan pertama. Keadaan ini ditentukan oleh perasaan ketegangan yang subyektif. Sedangkan trait anxiety adalah ciri atau sifat seseorang yang cukup stabil yang mengarahkan seseorang untuk menginterpretasikan suatu keadaan sebagai ancaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan dipicu oleh ketakutan. Rasa takut yang normal merupakan reaksi normal terhadap situasi nyata yang mengancam seseorang. Kecemasan dianggap abnormal jika kecemasan itu terjadi dalam situasi yang dapat diatasi dengan sedikit kesulitan oleh kebanyakan orang. Artinya, jika kebanyakan orang lain dapat mengatasi suatu kesulitan yang sama dengan lebih mudah, sedangkan seseorang merasakan kesulitan itu sebagai masalah yang sangat besar yang dirasa membuat dirinya tidak mampu untuk mengatasinya, maka kecemasan yang dialami orang itu adalah kecemasan yang abnormal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kecemasan karena perpisahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, kecemasan pada anak akan berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya usia anak. Kecemasan yang sering terjadi pada anak-anak adalah separation anxiety disorder (SAD) atau gangguan kecemasan karena perpisahan. Secara definitif, SAD digambarkan sebagai kecemasan yang berlebihan yang disebabkan adanya perpisahan dengan orang yang sangat dekat (misalnya orang tua) dan/atau rumah, yang berada di luar tingkat perkembangan normal pada anak (DSM-III-R). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kriteria yang berlaku secara internasional tentang SAD ini adalah :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Minimal ada 3 gejala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kecemasan yang tidak realistik dan terus menerus tentang kecelakaan yang mungkin terjadi dan menimpa orang yang sangat dekat, atau takut karena mereka pergi dan tidak kembali&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kecemasan yang tidak realistis dan terus menerus bahwa peristiwa bencana akan memisahkan anak dari figur yang sangat dekat dengannya (contohnya anak hilang, diculik, dibunuh, atau menjadi korban kecelakaan)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penolakan untuk sekolah dan ingin selalu dekat dengan orang yang sangat dekat dengannya&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penolakan untuk tidur tanpa orang yang dekat dengannya atau tidur jauh dari rumah&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penolakan yang terus menerus agar tidak sendiri, termasuk menempel terus atau membayangi orang yang sangat dekat dengannya&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mimpi buruk yang terus menerus dengan topik perpisahan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluhan gejala-gejala fisik (contohnya sakit kepala, sakit perut, mual, atau muntah pada saat sekolah, atau pada saat-saat ketika mengantisipasi perpisahan dengan orang yang sangat dekat&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanda-tanda keluhan yang terus menerus tentang penderitaan yang berlebihan dalam mengantisipasi perpisahan dengan orang yang sangat dekat, contohnya menangis, memohon orang tua untuk tidak pergi, temper tantrums (lihat di bagian psikologi anak)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanda-tanda keluhan yang terus menerus tentang penderitaan yang berlebihan ketika terpisah dari rumah atau dari orang yang sangat dekat. Contohnya ingin selalu pulang, ingin menelepon orang tua ketika mereka tidak ada di sampingnya, dan ketika jauh dari rumah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;B. Jangka waktu gangguan paling tidak dua minggu&lt;br /&gt;C. Dimulai sebelum usia 18 tahun&lt;br /&gt;D. Kejadian ini tidak terjadi selama masa gangguan perkembangan, schizophrenia, atau gangguan psikotik lainnya (lihat di bagian psikologi umum) &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penanganan SAD&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAD membutuhkan evaluasi yang hati-hati karena banyak faktor yang mungkin menyebabkan anak menderita gangguan SAD, yaitu faktor keluarga, pendidikan yang diterapkan dalam keluarga, dan pola-pola interaksi yang berkembang di dalam keluarga. Terapi SAD sebaiknya tidak hanya difokuskan pada masalah tingkah laku anak, tetapi juga pada keluarga agar memahami faktor-faktor apa dan pola-pola interaksi apa yang mendukung atau mempertahankan tingkah laku anak (Crowell dan Waters, 1990). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menghukum anak untuk tidak cengeng dalam menghadapi perpisahan mungkin tidak akan berhasil, karena stress yang ditimbulkan akibat hukuman tersebut akan menambah sensitivitas anak terhadap perpisahan dan keinginan untuk mencari kedekatan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fobia pada anak-anak &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fobia yang sering timbul pada anak-anak adalah fobia sederhana dan fobia sosial. Fobia dianggap sebagai bentuk khusus dari ketakutan. Dalam fobia, kecemasan dialami apabila seseorang menghadapi obyek atau situasi yang ditakuti, atau dalam antisipasi terhadap konfrontasi tersebut. Sebagai reaksinya, orang menunjukkan tingkah laku menghindar, yang merupakan ciri utama pada semua fobia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fobia anak-anak memiliki kualitas obsesional. Anak selalu terpancang pada fobia dan sangat sulit untuk membebaskan pikirannya dari fobia tersebut. Dengan demikian, sukar bagi mereka untuk berkonsentrasi di sekolah atau bergabung dalam aktivitas bermain. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa faktor yang memicu fobia pada anak di antaranya penderitaan fisik (misalnya perang, kematian, rumah sakit, penyakit, terbang, orang asing), kejadian alamiah (misalnya badai, kegelapan, ketinggian, binatang tertentu, kebakaran, monster), kecemasan sosial (misalnya sekolah, perpisahan, perwujudan diri atau pengenalan diri sebagai pria atau wanita, interaksi sosial, prosedur medis), dan miscellaneous (misalnya kotoran, sirine, seragam tentara, lawan sex). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penanganan fobia pada anak Berkonsultasi dengan Psikolog merupakan jalan keluar terbaik untuk mendapatkan therapi fobia pada anak-anak. Penelitian yang mendalam akan dilakukan Psikolog untuk mengetahui apa pemicu dari fobia yang dialami anak, dan memberikan saran apa yang harus dilakukan oleh anggota keluarga lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419801029190188?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419801029190188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419801029190188' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419801029190188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419801029190188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-v.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak V'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419756893357119</id><published>2005-08-16T06:00:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T06:06:08.940-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak IV</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/15090066.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/200/15090066.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Panduan Praktis Mewaspadai Anak Hiperaktif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh ahlinya (psikiater anak), sebelum gejala hiperaktif bisa digolongkan sebagai kelainan atau variasi perkembangan normal. Menurut dr. Dwidjo Saputro, Anda bisa membawa putra-putri Anda berkonsultasi dengan dokter terdekat, bila putra-putri Anda menunjukkan gejala berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Di Rumah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Anak selalu bergerak. Ibaratnya dari bangun tidur sampai tidur kembali, tidak ada waktu untuk "diam". &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Tingkah laku anak sulit diduga, khususnya emosinya: labil ( rewel tanpa sebab ), mudah "meledak" hanya oleh sedikit masalah, mudah ngadat, ngambeg. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Bila bermain, anak cepat sekali bosan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Keinginan anak harus segera dipenuhi, karena toleransinya rendah terhadap perasaan frustasi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Anak sulit berkonsentrasi sewaktu menyelesaikan tugas, sehingga banyak tugasnya tidak pernah selesai.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Respons Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Menganggap anak sulit tidur &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Menganggap anak sulit belajar, karena sulit menyelesaikan tugasnya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Menganggap anak trouble maker&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Merasa hukuman sering diberikan, namun tidak bermanfaat (tidak berhasil mengubah perilakunya) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Merasa frustasi menghadapi anak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Di Kelas&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Anak tidak mampu berkonsentrasi, perhatiannya mudah beralih. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gagal menyelesaikan tugas (mencatat, ulangan). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suka berjalan-jalan dalam kelas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sulit "duduk manis" ( suka menoleh kesana kemari, badan / tangan / kaki selalu bergerak ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengganggu kelas karena sering interupsi: berteriak memanggil guru, ijin ke kamar kecil.&lt;br /&gt;Sering bengong, melamun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Respons Guru&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Merasa repot karena harus banyak mencurahkan perhatian kepada anak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Menganggap anak sebagai anak nakal ( sulit diatur, suka mengganggu teman ).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Merasa diremehkan karena sering menghukum tetapi tidak diindahkan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Berkonsultasilah dengan dokter terdekat, dokter di puskesmas ataupun posyandu, mereka dapat menyarankan bilamana putra-putri Anda perlu penanganan ahli lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419756893357119?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419756893357119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419756893357119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419756893357119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419756893357119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-iv.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak IV'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419720261041547</id><published>2005-08-16T05:50:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T06:00:02.623-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak III</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/06270133.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/200/06270133.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Mengenal &amp;amp; Membimbing Anak Hiperaktif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Apa sebenarnya yang disebut hiperaktif itu ?&lt;br /&gt;Gangguan hiperaktif sesungguhnya sudah dikenal sejak sekitar tahun 1900 di tengah dunia medis. Pada perkembangan selanjutnya mulai muncul istilah ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity disorder). Untuk dapat disebut memiliki gangguan hiperaktif, harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Inatensi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hiperaktif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Impulsif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. Anak tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran, seperti antri misalnya. Sisi lain dari impulsivitas adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain ketiga gejala di atas, untuk dapat diberikan diagnosis hiperaktif masih ada beberapa syarat lain. Gangguan di atas sudah menetap minimal 6 bulan, dan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Gejala-gejala tersebut muncul setidaknya dalam 2 situasi, misalnya di rumah dan di sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Problem-problem yang biasa dialami oleh anak hiperaktif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Problem di sekolah &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anak tidak mampu mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan baik. Konsentrasi yang mudah terganggu membuat anak tidak dapat menyerap materi pelajaran secara keseluruhan. Rentang perhatian yang pendek membuat anak ingin cepat selesai bila mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kecenderungan berbicara yang tinggi akan mengganggu anak dan teman yang diajak berbicara sehingga guru akan menyangka bahwa anak tidak memperhatikan pelajaran. Banyak dijumpai bahwa anak hiperaktif banyak mengalami kesulitan membaca, menulis, bahasa, dan matematika. Khusus untuk menulis, anak hiperaktif memiliki ketrampilan motorik halus yang secara umum tidak sebaik anak biasa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Problem di rumah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dibandingkan dengan anak yang lain, anak hiperaktif biasanya lebih mudah cemas dan kecil hati. Selain itu, ia mudah mengalami gangguan psikosomatik (gangguan kesehatan yang disebabkan faktor psikologis) seperti sakit kepala dan sakit perut. Hal ini berkaitan dengan rendahnya toleransi terhadap frustasi, sehingga bila mengalami kekecewaan, ia gampang emosional. Selain itu anak hiperaktif cenderung keras kepala dan mudah marah bila keinginannya tidak segera dipenuhi. Hambatan-hambatan tersbut membuat anak menjadi kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan baik dari keluarga maupun teman-temannya. Karena sering dibuat jengkel, orang tua sering memperlakukan anak secara kurang hangat. Orang tua kemudian banyak mengontrol anak, penuh pengawasan, banyak mengkritik, bahkan memberi hukuman. Reaksi anakpun menolak dan berontak. Akibatnya terjadi ketegangan antara orang tua dengan anak. Baik anak maupun orang tua menjadi stress, dan situasi rumahpun menjadi kurang nyaman. Akibatnya anak menjadi lebih mudah frustrasi. Kegagalan bersosialisasi di mana-mana menumbuhkan konsep diri yang negatif. Anak akan merasa bahwa dirinya buruk, selalu gagal, tidak mampu, dan ditolak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Problem berbicara&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anak hiperaktif biasanya suka berbicara. Dia banyak berbicara, namun sesungguhnya kurang efisien dalam berkomunikasi. Gangguan pemusatan perhatian membuat dia sulit melakukan komunikasi yang timbal balik. Anak hiperaktif cenderung sibuk dengan diri sendiri dan kurang mampu merespon lawan bicara secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Problem fisik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara umum anak hiperaktif memiliki tingkat kesehatan fisik yang tidak sebaik anak lain. Beberapa gangguan seperti asma, alergi, dan infeksi tenggorokan sering dijumpai. Pada saat tidur biasanya juga tidak setenang anak-anak lain. Banyak anak hiperaktif yang sulit tidur dan sering terbangun pada malam hari. Selain itu, tingginya tingkat aktivitas fisik anak juga beresiko tinggi untuk mengalami kecelakaan seperti terjatuh, terkilir, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab hiperaktif pada anak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Faktor neurologik &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Insiden hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada bayi yang lahir dengan masalah-masalah prenatal seperti lamanya proses persalinan, distres fetal, persalinan dengan cara ekstraksi forcep, toksimia gravidarum atau eklamsia dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan normal. Di samping itu faktor-faktor seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah, ibu yang terlalu muda, ibu yang merokok dan minum alkohol juga meninggikan insiden hiperaktif&lt;br /&gt;Terjadinya perkembangan otak yang lambat. Faktor etiologi dalam bidang neuoralogi yang sampai kini banyak dianut adalah terjadinya disfungsi pada salah satu neurotransmiter di otak yang bernama dopamin. Dopamin merupakan zat aktif yang berguna untuk memelihara proses konsentrasi&lt;br /&gt;Beberapa studi menunjukkan terjadinya gangguan perfusi darah di daerah tertentu pada anak hiperaktif, yaitu di daerah striatum, daerah orbital-prefrontal, daerah orbital-limbik otak, khususnya sisi sebelah kanan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Faktor toksik &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan pengawet memilikipotensi untuk membentuk perilaku hiperaktif pada anak. Di samping itu, kadar timah (lead) dalam serum darah anak yang meningkat, ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol, terkena sinar X pada saat hamil juga dapat melahirkan calon anak hiperaktif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Faktor genetik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Didapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pada keluarga dengan anak hiperaktif. Kurang lebih sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang masa kecilnya hiperaktif akan menurun pada anak. Hal ini juga terlihat pada anak kembar.&lt;br /&gt;Faktor psikososial dan lingkungan&lt;br /&gt;Pada anak hiperaktif sering ditemukan hubungan yang dianggap keliru antara orang tua dengan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak mereka yang tergolong hiperaktif :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang tua perlu menambah pengetahuan tentang gangguan hiperaktifitas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenali kelebihan dan bakat anak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu anak dalam bersosialisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif (misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib), memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menerima keterbatasan anak &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membangkitkan rasa percaya diri anak &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan bekerja sama dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi anak yang sebenarnya &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Disamping itu anak bisa juga melakukan pengelolaan perilakunya sendiri dengan bimbingan orang tua. Contohnya dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, dan bila suatu saat anak melanggarnya, orang tua mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan orang tua sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419720261041547?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419720261041547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419720261041547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419720261041547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419720261041547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-iii.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak III'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419660552251904</id><published>2005-08-16T05:46:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T05:50:05.530-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak II</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/25910019.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/200/25910019.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gangguan Pemusatan Perhatian pada Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Seringkali kita mendengar ada orangtua yang dipanggil oleh guru diakibatkan prestasi belajar anaknya tidak mengalami peningkatan dan bahkan justru di sekolah perilakunya membuat pusing guru dan teman-temannya. Anak yang demikian seringkali dianggap sebagai pembuat masalah dalam keluarga dan di sekolah. Mereka dianggap nakal, bodoh, dan tidak dapat bergaul dengan baik. Tapi apakah benar dugaan kita tersebut. Jangan-jangan anak tersebut menderita Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP).&lt;br /&gt;Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) adalah suatu gangguan pada otak yang mengakibatkan kesulitan konsentrasi dan pemusatan perhatian. 80% pasien GPP memperlihatkan kesulitan belajar dan kelainan perilaku.&lt;br /&gt;GPP diperkirakan berasal dari berbagai faktor, antara lain:&lt;br /&gt;1. Faktor genetik terutama pada anak laki-laki2. Gangguan pada masa prenatal dan perinatal3. Ibu hamil yang kecanduan alkohol4. Akibat trauma kepala5. Keracunan timbal, zat pewarna dosis tinggi dalam makanan6. Psikososial&lt;br /&gt;Biasanya anak yang mengalami GPP akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Gangguan perhatian&lt;br /&gt;Anak tidak mampu memusatkan perhatiannya kepada sesuatu hal atau obyek tertentu untuk jangka waktu yang cukup lama. Beberapa ahli menyebutkan perhatian anak pada kelompok ini kurang dari 10 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. DistraktibilitasAkibat kekurangan perhatian, anak GPP mempunyai kecenderungan untuk memperhatikan rangsang yang kurang menonjol, yang dapat berupa distraktiblitas visual (penglihatan), auditoris (pendengaran)&lt;br /&gt;dan internal.&lt;br /&gt;Pada distraktiblitas visual, konsentrasi visual dialihkan ke benda-benda yang dilihatnya. Kedua matanya terus menerus menyelidik dan mencari pengalaman visual yang lebih baru serta lebih baik, Akibatnya anak GPP sering memperlihatkan kekeliruan khas sewaktu membaca dan cenderung melompati kata-kata atau bahkan melewati begitu saja kalimatnya.Pada distraktibilitas auditoris menyebabkan perhatian anak GPP mudah teralih kepada suara-suara latar belakang. Pada distraktibilitas internal menyebabkan penderita terganggu oleh rangsangan yang berasal dalam dirinya berupa pikiran, ingatan maupun asosiasinya sendiri. Terlihat anak GPP sering melamun sehingga tidak memperhatkan pelajaran di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hiperaktivitas&lt;br /&gt;Hiperaktivitas merupakan aktivitas motorik yang tingi dengan ciri-ciri aktivitas selalu berganti, tidak mempunyai tujuan tertentu, ritmis dan tidak bermanfaat. Anak hiperaktif lebih banyak mengalami gerakan mata diluar tugasnya, sehingga gerakan menoleh lebih banyak dibandingkan anak normal. Gejala tersebut akan berkurang sesuai dengan bertambahnya umur dan sebagian akan menghilang pada waktu masa remaja.&lt;br /&gt;4. ImpulsifAnak dengan GPP cenderung bertindak tanpa mempertimbangkan akibat tindakan itu. Mereka cenderung memberikan respon pertama yang masuk dalam pikirannya dan lebih senang "cepat selesai" dalam mengerjakan sesuatu dan tidak mengutamakan ketelitian. Akibat impulsivitas: anak GPP tidak tepat dalam membaca, mengeja, dan berhitung meskipun konsep dasarnya telah dikuasai dengan baik.&lt;br /&gt;5. Tidak pernah puasBiasanya anak GPP akan selalu meminta pada orangtuanya dan bila keinginannya telah terpenuhi anak GPP tidak akan puas begitu saja tetapi akan meminta hal lain. Dan rasa tidak puas tersebut tidak menimbulkan semangat yang positif tetapi justru negatif.&lt;br /&gt;6. Kurang uletAnak GPP akan menunjukkan sifat kurang ulet dalam bekerja sehingga pekerjaannya jarang pernah selesai. Anak GPP juga akan mudah lelah sehingga bila berpikir lama akan mudah menguap, menggeliat. Biasanya jam tidur juga tidak berimbang. Siang hari sukar tidur dan pada malam hari sering terbangun.&lt;br /&gt;7. Selalu berubahPerhatian anak GPP akan sangat tergantung pada motivasinya. Pada motivasi yang tinggi fokus perhatian akan lebih tajam, misalnya: mengikuti acara televisi tertentu.&lt;br /&gt;8. Kegagalan SosialAnak GPP sulit untuk bekerjasama dengan anak lainnya, disebabkan antara lain:&lt;br /&gt;Anak GPP tidak memperhatikan ekspresi wajah teman-temannya saat berkomunikasi. Hal tersebut disebabkan karena anak GPP tidak mempunyai perhatian secara visual (distraktibilitas visual)&lt;br /&gt;Anak GPP tidak memperhatikan kata-kata teman-temannya. Hal tersebut disebabkan karena anak GPP tidak mempunyai perhatian auditoris (distraktibilitas auditoris)&lt;br /&gt;Anak GPP tidak memperhatikan terhadap isyarat umpan balik sosial&lt;br /&gt;Anak GPP cenderung mengabaikan keseimbangan sosial dalam hal memberi, meminta dan berbagi&lt;br /&gt;9. SuperfisialitasAnak GPP cenderung dangkal dalam hal minat dan semangatnya. Pada tahun-tahun pertama di sekolah dasar prestasinya cukup baik karena pelajarannya belum terinci dan kompleks. Tetapi menginjak akhir SD atau awal SLTP, mulai timbul banyak kesulitan. Hal tersebut disebabkan disamping materi akademiknya semakin kompleks juga disebabkan karena anak GPP hanya mau belajar garis besarnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. InkoordinasiAnak GPP sukar melakukan kegiatan motorik halus, sehingga mengalami kesulitan dalam mengikatkan tali sepatu, mengancingkan baju, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Gangguan Belajar80% anak GPP akan mengalami kesulitan belajar. Hal itu disebabkan karena gangguan pemusatan perhatian biasanya terdapat bersama-sama dengan gangguan spesifik lainnya seperti kesulitan membaca, kesulitan berhitung.&lt;br /&gt;Pada umumnya orangtua dan guru menganggap gangguan pemusatan perhatian menyebabkan kesulitan belajar, sehingga dengan terapi pemusatan perhatian akan meningkatkan prestasi akademis. Penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa dengan pengobatan, pada anak GPP didapatkan adanya perbaikan perilaku dan kegiatan di sekolah sedangkan kemampuan membaca, mengeja dan matematika tidak meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan perhatian merupakan simptom penyerta kesulitan belajar dan bukan merupakan penyebabnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419660552251904?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419660552251904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419660552251904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419660552251904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419660552251904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-ii.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak II'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419636086539444</id><published>2005-08-16T05:42:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T05:46:00.873-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melindungi Otak Anak I</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/25930086.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/200/25930086.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;color:#000066;"&gt;Bagaimana Melindungi Otak Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Perkembangan Otak Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Hubungan antar sel-sel otak dibentuk dengan adanya saling kirim-dan-terima signal. Signal yang berupa getaran aliran listrik ini mengalir dari sel yang satu ke sel yang lainnya, dan dengan bantuan zat kimia seperti serotonin, terbentuklah hubungan antara sel-sel otak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangsangan yang terus-menerus, yang anda berikan melalui bentuk kegiatan yang berulang-ulang, akan semakin memperkuat hubungan antar sel-sel otak. Satu sel otak mampu membuat 15.000 hubungan dengan sel otak yang lain. Hubungan yang sangat rumit inilah yang membentuk jaringan&lt;br /&gt;antar sel-sel otak.Pengalaman yang diterima oleh bayilah yang akan menentukan bentuk jaringan di dalam otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bayi lahir, jaringan ini akan dibentuk dengan cepat sekali, dan pada usia anak mencapai 3 tahun, otak anak anda akan membuat kira-kira 1000 trilyun hubungan, dimana jumlah ini adalah&lt;br /&gt;2 kali lipat dari jumlah hubungan jaringan otak pada orang dewasa. Hubungan otak yang densitas/kerapatannya sangat tinggi ini akan tetap dipertahankan sampai dengan umur 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, apa yang akan terjadi ?&lt;br /&gt;Setelah anak menginjak usia 11 tahun, hubungan antar sel-sel otak tersebut akan diseleksi secara alami, dimana hubungan yang sering digunakan akan semakin diperkuat dan menjadi permanen,&lt;br /&gt;sedangkan hubungan yang tidak pernah digunakan akan diputus/dibuang.&lt;br /&gt;Disinilah pentingnya pengalaman pada usia awal/dini. Disinilah peran orangtua akan sangat menentukan. Stimulasi yang anda berikan kepada anak anda akan sangat menentukan apakah hubungan antar sel-sel otak anak akan diperkuat atau justru diputus dan dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan kecerdasan yang dimiliki anak ditentukan oleh 3 faktor yang saling bekerja sama seperti yang diungkapkan oleh Dr, Richard Masland, direktur Institut Penyakit Syaraf dan Kebutaan di AS. Ketiga faktor tersebut adalah:&lt;br /&gt;Keadaan otak anak beserta susunan syarafnya yang diwarisi dari orangtua&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan di dalam atau kerusakan pada pusat susunan syaraf yang dibedakan cedera atau penyakit, sebelum atau sesudah lahir&lt;br /&gt;Pengaruh lingkungan dan pengalaman anak terhadap otak anak&lt;br /&gt;Riset-riset di bidang kedokteran menunjukkan, sebagian besar anak-anak mempunyai problem tingkah laku, yang mengalami kesulitan dalam belajar membaca di sekolah, anak-anak yang over-aktif, sulit belajar disiplin, mudah teralihkan perhatiannya, koordinasinya buruk, dan mempunyai kesulitan pengamatan, mereka ini mempunyai kerusakan otak yang ringan.&lt;br /&gt;Biasanya anak-anak ini mempunyai taraf kecerdasan normal atau di atas normal. Tetapi karena kesulitannya dalam pengamatan dan karena tingkah lakunya, mereka biasanya sulit belajar membaca dan kemampuan kecerdasannya tidak berkembang sepenuhnya. Seringkali kesulitan belajar ini juga menimbulkan masalah emosional. Paling sedikit 50% dari jumlah anak-anak terbelakang dapat dikurangi, demikian menurut American Medical Association.&lt;br /&gt;Demikian juga kerusakan otak yang ringan. Banyak dari cara-cara pencegahan terjadinya kerusakan ini tergantung pada orang tua. Karena itu penting bagi Anda untuk mengetahui bahaya-bahaya yang bisa mengancam otak anak dan cara-cara melindunginya dari kesulitan belajar dan keterbelakangan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini terdapat beberapa petunjuk penting yang perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sedapat mungkin hindarkan anak terkena campak (measles)&lt;br /&gt;Orangtua biasa menganggap campak sebagai gangguan tak berbahaya bagi anak kecil. Tetapi campak ini bisa mengakibatkan kematian dan merupakan penyebab utama dari keterbelakangan mental.&lt;br /&gt;Dari anak-anak yang terkena campak, kira-kira 51% menunjukkan gambaran yang tidak normal pada pemeriksaan electroencephalograph (EEG). Ini ditemukan oleh Dr. Frederick Gibbs dan istrinya, dalam risetnya yang bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa otak anak-anak itu sudah terkena walaupun tidak terlihat gejala-gejala enchepalitis (kerusakan otak), bahkan dalam beberapa kasus anak tidak mengalami demam.&lt;br /&gt;Gambaran EEG ini biasanya pada beberapa anak, gangguan pada otak tetap berlangsung dan akhirnya, mungkin setelah beberapa tahun, anak menderita epilepsi. Tanpa pemeriksaan EEG yang berulangkali, para dokter tidak akan mengetahui hubungan antara campak dan epilepsi itu.&lt;br /&gt;Sebagian anak yang tidak sampai menderita epilepsi dan gambaran EEG-nya kembali normal, tetap mengalami kesulitan belajar, berkurangnya kemampuan intelektual, ketidakstabilan emosional dan gangguan tingkah laku.&lt;br /&gt;Kerusakan otak yang diakibatkan campak ini paling banyak terdapat di antara anak-anak berumur 3 tahun. Dan anak-anak inilah yang paling membutuhkan perlindungan terhadap campak.&lt;br /&gt;Pada tahun 1963 diadakan 2 macam vaksinasi yang efektif terhadap campak dan vaksinasi ketiga dilakukan pada tahun 1965. Bayi Anda bisa diberikan vaksinasi pada saat berumur 3 samapai 6 bulan. Dan pada umur 9 bulan dapat diberikan vaksinasi yang permanen. Demikian menurut American Medical Association.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Usahakan agar anak Anda berada di bawah pengawasan dokter yang cakap, yang secara rutin memeriksa keadaan kesehatannya dan memberikan semua vaksinasi yang perlu&lt;br /&gt;Disamping campak ada beberapa penyakit menular yang bisa merusak otak anak yang dilahirkan sehat. Untung saja, penyakit seperti ini jarang berjangkit. Penyebab lainnya adalah komplikasi dari sakit gondok dan cacar air. Bila diobati secepatnya, akibat-akibatnya masih bisa diperkecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ambillah tindakan pencegahan untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan yang bisa melukai otak anak&lt;br /&gt;Hampir semua luka-luka di kepala sebenarnya dapat dicegah. Ini membutuhkan kehati-hatian orangtua. Bahaya paling besar terhadap kepala terletak di mobil. Orangtua yang tidak hati-hati sering membolehkan anak-anaknya bergumul di mobil, atau memanjat jok depan dan pindah ke belakang, atau berdiri di jok depan atau belakang, Bila mobil mendadak berhenti atau menabrak sesuatu, anak-anak mudah sekali terbentur kepalanya. Tali pengikat merupakan alat pelindung yang paling mudah bagi anak-anak.&lt;br /&gt;Dua prinsip penting yang perlu diingat dalam melindungi bayi/ anak dari kecelakaan jatuh :&lt;br /&gt;Ia ternyata lebih kuat dan lebih cepat daripada yang Anda kira. Dan setiap hari bertambah kecakapannya.&lt;br /&gt;Jangan mempunyai kebiasaan meninggalkan bayi di meja walaupun hanya untu mengambil popok. Walaupun bayi belum bisa berguling tetapi dia sudah bisa menjejakkan kakinya ke meja.&lt;br /&gt;Jangan meninggalkan anak yang duduk di kursi tinggi sendirian. Bila anak mulai merangkak, halangilah setiap anak tangga yang ada di rumah Anda. Bila ia sudah bisa belajar, latihlah ia menaiki dan menuruni tangga sambil dipegang. Bila anak mulai memanjat-manjat, ajarilah dia memanjat dengan aman, misalnya dengan memilih tempat-tempat yang aman untuk dinaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lindungilah anak dari racun yang merusak otak&lt;br /&gt;Timah merupakan salah satu logam yang bisa mengakibatkan kerusakan otak pada anak kecil. Biasanya terdapat pada cat yang mengandung timah, pada mainan atau alat rumahtangga yang dicat kembali. Keracunan timah berlangsung lambat, selama beberapa minggu atau bulan. Gejala pertama biasanya anak rewel, diikuti gangguan pencernaan dan keletihan dan seringkali disertai kejang-kejang dan kematian. Walaupun akhirnya anak sembuh, kemungkinan besar kerusakan pada otak akan menetap.&lt;br /&gt;Untuk itu Anda harus mulai mengantisipasi kerusakan otak pada anak sejak dini, karena apabila sudah terlambat, maka anak akan mengalami kesulitan belajar dan gangguan perilaku.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419636086539444?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419636086539444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419636086539444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419636086539444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419636086539444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/bagaimana-melindungi-otak-anak-i.html' title='Bagaimana Melindungi Otak Anak I'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419613230972478</id><published>2005-08-16T05:38:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T05:42:12.313-07:00</updated><title type='text'>Tumbang Balita</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/06300019.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/200/06300019.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Menunjang Proses Pertumbuhan Balita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Komposisi gizi ikan sangat bervariasi, dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu spesies (jenis), jenis kelamin, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur, dan letak geografis. Pada produk perikanan, protein merupakan komponen kedua terbesar setelah air, tetapi menempati posisi terpenting dalam peranannya sebagai zat gizi. Kandungan protein ikan sangat dipengaruhi oleh kadar air dan lemaknya. Namun, secara umum, dapat dikatakan bahwa ikan bersirip mengandung protein 16-24 persen. Pada ikan yang telah diolah, kandungan proteinnya dapat mencapai 35 persen. Proporsi protein konektif (kolagen) pada ikan jauh lebih rendah daripada daging ternak, yaitu berkisar antara 3-5 persen dari total protein. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan daging ikan lebih empuk. Kolagen ikan mulai menyusut pada temperatur sekitar 45°C, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kolagen mamalia (60-65°C). Ini merupakan faktor kedua yang menyebabkan daging ikan lebih mudah dicerna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Secara umum. nilai cerna protein ikan sangat tinggi (lebih dari 90 persen). sehingga sangat mudah dicerna oleh bayi sekalipun. Ikan dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi bayi dan anak balita, yaitu untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangannya. Lemak ikan air tawar sangat sedikit mengandung kolestrol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolestrol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Selain kaya protein bermutu tinggi, ikan air tawar juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang berimbang. Vitamin yang terdapat pada ikan adalah larut lemak (vitamin A dan D), sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor, iodium, besi dan selenium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Zat - zat gizi tersebut bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit degeberatif dan akibat kekurangan zat gizi mikro. bermanfaat untuk Dewasa ini, masyarakat Indonesia gizi ganda, yaitu sebagian penduduk mengalami kekurangan dan sebagai lagi kelebihan zat gizi, masalah kurang gizi erat berkaitan dengan penyakit dengan penyakit infeksi dan kemiskinan. Di lain pihak, oleh karena makin meningkatnya pendapatan, perubahan gaya hidup, dan pengaruh budaya global, masalah gizi lebih akan mengancam kehidupan penduduk golongan menengah ke atas serta kelompok usia lanjut. Ancaman tersebut berupa makin meningkatnya penyakit bukan infeksi, terutama dalam bentuk kegemukan, jantung, tekanan darah tinggi dan kanker. Dalam kontes masalah gizi ganda tersebut, peranan dalam penanggulangan masalah gizi kurang maupun lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makanan Selingan untuk Bayi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Wanita.com - Bolehkah bayi yang berumur 3 bulan dapat di beri makanan selingan / tambahan seperti selain biskuit juga jus karena jus apel dan alpukat sangat bagus untuk kulit bayi? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Buah - buahan pada dasarnya baik untuk kesehatan, sedangkan jenis buah yang dapat diberikan adalah tomat, jeruk, pisang, pepaya, alpukat dan apel. Dan perlu juga ibu ketahui bahwa hampir semua buah - buahan tersebut mempunya khasiat berupa multivitamin dan mineral dan juga serat yang baik untuk pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Dengan demikian pemberiannya bisa berselang - seling setiap hari, tergantung mana lebih suka anak Ibu. Mengenai takarannya, Ibu dapat memberikan 1/2 bagian buah sampai dua buah. Perlu diingat juga bahwa pemberian makanan ini tidak dipaksakan. Mengenai kelebihan dari buah alpukat dan apel untuk kulit, ya memang ada. Tetapi buah - buahan yang lain juga punya kelebihan terhadap organ tubuh yang lain. Jadi, Ibu dapat memberikan secara berganti - ganti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419613230972478?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419613230972478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419613230972478' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419613230972478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419613230972478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/tumbang-balita.html' title='Tumbang Balita'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419584730911927</id><published>2005-08-16T05:18:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T05:37:27.316-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/15100020.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/15100020.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Proyektor TV 14”-21” jadi 150”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah memimpikan punya home theater di rumah? Kami akan membantu anda mewujudkannya. Dengan membeli paket lensa proyektor dilengkapi manual pembuatannya seharga Rp.100.000 saja anda dapat menikmati hiburan di layar 100”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyektor ini merupakan teknologi tepat guna berdasarkan teori fisika lensa. Namun tidak perlu pengetahuan khusus untuk dapat membuatnya. Siapapun bisa menyelesaikan proyek ini dalam 1 atau 2 jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tinggal di pedesaan teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Sebagai hiburan pribadi, sebagai bioskop layar tancap yang bisa disewakan dengan biaya murah, ataupun sebagai alat bantu penyuluhan dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi lensa:&lt;br /&gt;1. Tebal 0.44 mm&lt;br /&gt;2. Bahan Acrylic PVC&lt;br /&gt;3. Dimensi 180mm x 260mm&lt;br /&gt;4. Panjang fokus 30cm&lt;br /&gt;5. Lentur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi yang dibutuhkan:&lt;br /&gt;1. Televisi 5”, 21” hingga 30”.&lt;br /&gt;2. Layar cembung atau lebih bagus lagi layar datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang dibutuhkan:&lt;br /&gt;1. Lensa proyektor&lt;br /&gt;2. Tripleks/multipleks, kardus atau Styrofoam untuk pembuatan kotaknya.&lt;br /&gt;3. Cat hitam dop atau karton hitam untuk pelapis bagian dalam kotak.&lt;br /&gt;4. Penggaris&lt;br /&gt;5. Cutter atau Gergaji.&lt;br /&gt;6. Lem atau paku&lt;br /&gt;7. Palu&lt;br /&gt;8. Tripleks whiteboard untuk layar.&lt;br /&gt;9. Pensil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pembuatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lensa ini sifatnya selain memperbesar gambar juga membalik gambar secara horisontal dan vertical, atau dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Karena itu supaya gambar di layar berada pada posisi normal kita harus :&lt;br /&gt;Memasang switch pembalik horizontal-vertical. Mintalah bantuan Tukang service TV. Jangan dikerjakan sendiri tanpa pengetahuan yang cukup. Biasanya berkisar antara Rp.5000 – 10.000 saja. Karena alat switchnya sendiri mungkin cuma seharga 500-2000 rupiah. Lihat gambar berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kaki-kaki dihubungkan ke tabung CRT&lt;br /&gt;Switch)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buat 2 buah kotak seperti bagan di bawah. Satu buah kotak untuk menangkap cahaya dari layer Televisi. Satu buah kotak yag lebih kecil untuk kotak focus. Buatlah kotak focus sedemikian agar dapat masuk kotak yg lebih besar sehingga dapat dimaju mundurkan seperti layaknya kamera untuk mengatur focus sehingga didapat kualitas gambar yang terbaik. Bahan kotak disarankan dari multipleks atau tripleks agar kuat. Buatlah agar kotak fokus dapat digeser dgn mudah namun tidak goyang atau terlalu longgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagian dalam kotak focus dapat dibuat seperti piramida yang dipotong ujungnya sehingga mengarahkan cahaya ke lubang lensa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cat bagian dalam kotak dengan warna hitam dop (tidak mengkilat) agar dapat menyerap cahaya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kekuatan intensitas cahaya proyektor sederhana ini berkisar antara 75-100 lumens. Jadi untuk mendapatkan kualitas gambar yang baik jangan sampai ada yang bocor dari kotak proyektor yang kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Siapkan layar yang terbuat dari tripleks berlapis melamin/formica putih seperti pada whiteboard. Atau gunakan kertas putih glossy seperti pada kertas kalender dinding. Dinding berwarna putih juga bias digunakan, namun agak menyerap cahaya dan teksturnya tidak halus sehingga agak berpengaruh pada gambar. Meskipun demikian anda dapat mencoba bahan-bahan lain berdasarkan pengamatan anda sendiri, misalnya menggunakan bahan kain satin putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bila memungkinkan berilah bingkai berwarna hitam pada layar untuk semakin meningkatkan kualitas batas gambar/tulisan di layar, meskipun pada umumnya sudah baik. Tulisan juga dapat terbaca dgn jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bagian depan lubang lensa dapat diberi semacam sayap di kiri kanannya berupa karton hitam lebar kira2 10 cm untuk menambah kontras. Atau bisa dibuat seperti corong seperti pada kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Saat menggunakan proyektor, disarankan ruangan dalam kondisi gelap. Ingat kita hanya mengandalkan cahaya televisi. Tidak seperti proyektor mahal yang menggunakan lampu penguat khusus yang besarnya 500 watt ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kualitas gambar sangat tergantung kualitas TV anda. Untuk menonton VCD disarankan gunakan VCD original yg detil gambarnya memang bagus. Lebih baik lagi bila menggunakan DVD, untuk menonton film kartun atau bermain game Playstation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Untuk lebih sempurna, gabungkan dengan sound system yang bagus. Sehingga suara tidak datang dari belakang kita tapi dari arah depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kami tidak perlu promosi berlebihan. Namun bila anda membuat proyektor ini sesuai petunjuk manual, mudah2an anda akan puas. Silahkan buktikan sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada pertanyaan bisa kontak saya Ado di 08158830269 atau via email di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:listmanager_2@hotmail.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000099;"&gt;listmanager_2@hotmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000099;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:listmanager_2@yahoo.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000099;"&gt;listmanager_2@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000099;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau via alamat surat ke&lt;br /&gt;Sdr. Bagus H&lt;br /&gt;Jl. Damai Rt.13/09 No.12 Lubang Buaya&lt;br /&gt;Jakarta 13810 Indonesia&lt;br /&gt;Sertakan perangko secukupnya untuk balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Terima kasih. Selamat menikmati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419584730911927?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419584730911927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419584730911927' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419584730911927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419584730911927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/proyektor-tv-14-21-jadi-150-pengantar.html' title=''/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419398621489524</id><published>2005-08-16T05:02:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T05:06:26.220-07:00</updated><title type='text'>Tips Memberi Obat Pada Bayi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/Burung_kakak_tiga_Gigiku_tinggal_tiga3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/320/Burung_kakak_tiga_Gigiku_tinggal_tiga.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Tips Memberi Obat pada Bayi&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Minum obat bukanlah hal yang mudah bagi bayi. Seringkali bayi menangis dan memuntahkan obat yang sudah masuk ke dalam mulutnya. Untuk itu ada tips memberi obat pada bayi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Antara lain, hindari memberi obat pada bayi tanpa resep dokter, pastikan dosis yang diberikan sesuai dengan anjuran dokter, bila bayi mendapat obat antibiotik sebaiknya dihabiskan sesuai dengan jumalh anjuran dalam resep dan sebaiknya hindari obat - obatan antibiotik bila tidak terlalu perlu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Selain itu juga jika ingin menggunakan obat yang masih tersisa setelah jangka waktu tertentu perhatikan warna bentuk obat. Perubahan warna dapat menunjukkan obat tersebut dalam kondisi baik atau tidak, obat - obatan tradisional tidak selamanya tidak bahaya, bila anda ingin memberikan terapi obat tradisional untuk bayi sebaiknya perhatikan hal - hal berikut ini, apakah menimbulkan alergi dan apakah diramu secara higienis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Untuk itu jangan lupa untuk memberikan obat tepat waktu, jangan menyampurkan obat dengan susu, jangan mencampur obat dengan jus buah atau memberi minum bayi dengan buah setelah diberi obat. Jus buah dapat menimbulkan reaksi yang kurang baik bila diminum bersamaan dengan obat atau dalam waktu yang terlalu dekat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419398621489524?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419398621489524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419398621489524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419398621489524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419398621489524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/tips-memberi-obat-pada-bayi.html' title='Tips Memberi Obat Pada Bayi'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112419372259215277</id><published>2005-08-16T04:57:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T05:02:02.603-07:00</updated><title type='text'>GER</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/1600/toying1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/281/1398/400/toying.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;GER si Penyebab Muntah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Umumnya bayi akan gumoh memuntahkan kembali ASI setelah selesai menyusu. Namun, jika bayi cenderung memuntahkan ASI dalam jumlah banyak dan sering, susah tidur, kolik, dan rewel, orangtua perlu memeriksakannya ke dokter. Siapa tahu ia mengalami Gastroesophageal Reflux (GER), GER merupakan lonjakan kembali cairan lambung ke kerongkongan. Penyebabnya bisa akibat kurang matangnya fungsi otak yang mengontrol pencernaan, pencernaan yang lambat, alergi makanan, cacat bawaan, atau kondisi medis lain. Pada bayi normal, 40 - 60%-nya mengalami GER, sesekali. Namun dokter akan langsung menanganinya jika bayi lahir prematur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Anak akan berhenti mengalami GER saat usianya 12 - 18 bulan. Tapi jika sampai usia ini ia masih punya problem, hindari memberinya makanan yang asam (misal jus buah), makanan yang menimbulkan gas (kacang - kacangan), makanan berlemak, sayuran yang mempunyai sulur, kulit atau biji. Juga awasi cara anak makan. Makan dengan mulut penuh kebanyakan makan, makan dan minum di sat bersamaan, makan terlalu dekat waktu tidur, semuanya bisa menyebabkan GER. Sebagian kecil anak bahkan mengalami GER sampai dewasa. Berita baiknya, obat - obatan bisa mengatasi problem ini. Untuk jelasnya tanyakan ke dokter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Jika si kecil susah buang air besar (sembilit) dan anda tak mengerti apa sebabnya, tanyakan kepada anak apakah ia barusan makan biskuit, cokelat atau susu. Makan - makanan ini ternyata bisa menimbulkan sembilit. Anak biasanya juga sering tak ingat waktu saat bermain atau nonton TV. Akibatnya mereka lupa minum, atau menahan haus. Keadaan akan makin buruk jika si kecil tidak suka makan buah atau sayur. Jadi, orangtua perlu mengingatkan anak untuk minum sebelum bermain. Sehabis makan adalah waktu terbaik. Juga mintalah kepada guru untuk mengingatkannya juga disekolah, jika si kecil suka lupa minum. Sembilit bukan mengenai problem seberapa sering anak ke belakang, tetapi keadaan feses yang dikeluarkan. Jadi tak apa jika anak tak kebelakang setiap hari, sepanjang fesesnya lunak dan bisa keluar dengan mudah. Anak dianggap sembilit jika fesesnya keluar dalam bentuk keras dan susah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112419372259215277?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112419372259215277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112419372259215277' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419372259215277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112419372259215277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/ger.html' title='GER'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112395323295688612</id><published>2005-08-13T10:08:00.000-07:00</published><updated>2005-08-13T10:13:52.960-07:00</updated><title type='text'>OPPORTUNITY</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Beruang Tumbuh Besar ? --&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi  sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri  di  sana  mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun,tak satu  juga  ikan  yang  berhasil  ia tangkap. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya...  hup...  ia  dapat  menangkap  seekor  ikan  kecil.  Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan.Si  ikan  kecil  itu  meratap  pada  sang  beruang,  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Wahai beruang, tolonglepaskan aku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Mengapa,"  tanya sang beruang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan  bisa  lolos  lewat  celah-celah  gigimu,"  rintih  sang ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Lalukenapa?"  tanya beruang lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai.Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu," kataikan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Karena  aku  tak  pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah  tergenggam  di tangan!" jawab beruang sambil tersenyum mantap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Ops!" teriak sang ikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Dalam  hidup,  kita  diberi  banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak  mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu aja. Dan hal ini hanya  akan  menciptakan  penyesalan yang tiada guna dikemudian hari, saat kita  harus berucap : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;"Ohhh....Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu...??".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Maka  bijaksanalah  pada  hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; disaat jatuh selalu  ada  kesempatan  untuk  bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Bila  kita  setia  pada  perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;yang besar.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Bila  kita  menghargai  kesempatan  yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Remember :" Life is not worthy, if you are not willing to die for it !!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;                                                        - Joseph Bismarck -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112395323295688612?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112395323295688612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112395323295688612' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112395323295688612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112395323295688612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/opportunity.html' title='OPPORTUNITY'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15296004.post-112395242503356428</id><published>2005-08-13T09:45:00.000-07:00</published><updated>2005-08-13T10:00:25.053-07:00</updated><title type='text'>KELADI TIKUS?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Keladi Tikus, Si Pembunuh Sel Kanker&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya dunia kiamat. Begitulah perasaan seseorang bila divonis kanker. Bayangan operasi ataupun kemoterapi yang akan dijalani. Tapi sebelum itu terjadi, mengapa tidak mencoba ramuan keladi tikus? Hasil penelitian di Malaysia menunjukkan umbi itu dapat membunuh serta menghambat perkembangan sel kanker sekaligus menghilangkan efek buruk dari kemoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman keladi tikus atau Typhonium flagelliforme (lodd) BL merupakan tanaman ajaib. Ini tak lain karena khasiat yang terdapat di dalamnya. Bahkan keladi tikus yang di Malaysia juga dikenal dengan sebutan Rodent tuber ini pun sudah diteliti di Universiti Sains Malaysia. "Di Indonesia, keladi tikus merupakan tanaman liar, mirip gulma yang banyak ditemui di pinggir sawah. Biasanya para petani membuang tanaman tersebut," jelas Yellia Mangan, seorang herbalis. Namun setelah dilakukan penelitian di Malaysia, tanaman tersebut menjadi popular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. K.L. Chan dari University Sains Malaysia (USM), ekstrak dari keladi tikus yang tingginya sekitar 25-30 cm ini akan lebih efektif bila dalam kondisi masih segar. Hasil penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa ekstrak dari akar juga efektif untuk kanker prostat. Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Lam Siew Hong di USM menyebutkan bahwa terjadi peningkatkan aktivitas antibakteri dalam darah ikan lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dari Umbi Hingga Bunga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, bentuk keladi tikus memang mirip keladi atau talas. Hanya saja daunnya lebih kecil. Itu sebabnya keladi tikus masuk dalam famili Araceae, jenis tanaman keladi-keladian Di Indonesia, sebutan untuk keladi tikus ini cukup banyak. Ada yang menyebutkan bira kecil, daun panta susu, kalamoyan, ileus, ki babi, trenggiling mentik, dan gofu sepa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan keladi tikus, karena bentuk bunganya mirip tikus. Tetapi ukuran keladi tikus yang tumbuh di Jawa Timur maupun di Jawa Barat cukup berbeda. Untuk yang tumbuh di Jatim, umbi yang dihasilkan lebih besar daripada yang di Jabar. Tetapi jenis keladi tikus yang dimaksud justru banyak terdapat di Pekalongan, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu tidak masalah. Karena yang lebih penting keladi tikus mengandung antineoplastik atau antikanker selain juga bisa berkhasiat sebagai antivirus. Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman tersebut. Mulai dari akar (umbi), batang, daun hingga bunga. Tentu saja, efek tersebut akan bertambah baik bila diberikan bersama-sama dengan tanaman lainnya. Seperti waru landak, rumput mutiara dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian yang dilakukan di Malaysia, keladi tikus dapat mengurangi keluhan rasa sakit ataupun terjadinya metastase atau penyebaran sel kanker. Tanaman itu sendiri seperti dikatakan Yellia bersifat rekonstruktif. "Sel-sel yang masih bagus akan dijaga. Sel yang mati ataupun rusak akan dibangun kembali," tukasnya. Banyak pasien Yellia yang kondisinya membaik setelah mengkonsumsi keladi tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perubahan yang terjadi pada pasien kanker yang ditanganinya. Luka yang timbul pada pasien kanker payudara misalnya cepat mengering. Bahkan ada pasiennya yang keluhannya berkurang setelah beberapa saat mengkonsumsi keladi tikus. Menurutnya, pasien tersebut sudah mengalami kanker yang cukup parah. Karena sel kanker payudaranya sudah menjalar ke paru-paru bahkan sampai ke sumsum tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersifat toksik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Itu sebabnya si pasien sering mengalami sesak napas. Tetapi begitu mengkonsumsi keladi tikus, keluhannya berkurang. Memang diakui oleh Yellia, kerja dari keladi tikus ini sangat efektif. Terlebih lagi bila diberikan bersama-sama dengan 'timnya'. Namun yang perlu diingat, keladi tikus sangat tidak dianjurkan untuk tindakan pencegahan karena sifatnya yang toksik itu. Sebagai gantinya, untuk pencegahan lebih baik mengkonsumsi sambiloto ataupun temu mangga yang bisa menghambat perubahan sel yang kemungkinan bisa menjadi ganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kanker yang bisa dihambat oleh keladi tikus selain kanker payudara adalah kanker nasofaring, liver, kanker leher rahim, pankreas, prostat, paru-paru dan banyak lagi. Selain kanker, menurut beberapa penelitian juga disebutkan bahwa keladi tikus bisa digunakan untuk orang-orang yang mengalami kecanduan narkoba. Karena bisa menetralisir racun narkoba. "Tapi saya sendiri belum menggunakannya," tambah Yellia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penderita miom atau kista dalam rahim, ramuan keladi tikus ini juga bisa digunakan. Keladi tikus yang diberikan secara teratur dan bertahap akan membuat miom mengecil. Hanya saja, Yellia mewanti-wanti untuk tidak menggunakannya bila tidak diperlukan. Selain itu, keladi tikus juga bisa mengatasi gangguan amandel. Caranya dengan membuat cairan keladi tikus untuk digunakan sebagai obat kumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan oleh pasien kanker, dalam menjalankan pengobatan dengan keladi tikus ini, ada beberapa pantangan yang harus dikerjakan. "Seperti tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG, rokok, alkohol, tape, nanas, nagka, durian, makanan pedas, bakso, gorengan, minuman bersoda, es, kecambah ataupun sawi hijau. Karena makanan tersebut bisa menetralisir efek dari obat keladi tikus itu sendiri," jelas Yellia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Resep&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ambil 3 batang keladi tikus lengkap, beratnya sekitar 50 gram. Cuci kemudian rendam selama 30 menit. Tumbuk halus lalu peras dengan kain. Air perasannya lalu diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untuk koreng&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Keladi tikus juga bisa digunakan sebagai obat untuk koreng. Caranya, tumbuk umbi keladi tikus lalu tempelkan di tempat yang mengalami koreng. @ Diana Yunita Sari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dilarang Bagi Wanita Hamil&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Karena sifatnya yang sangat toksik atau beracun ini, ada beberapa hal yang menurut Yellia Mangan, harus diperhatikan&lt;br /&gt;1. Keladi tikus lebih baik tidak dikonsumsi dalam bentuk mentah. Ada baiknya dalam bentuk yang sudah dikeringkan atau kapsul. &lt;br /&gt;2. Pemberian keladi tikus untuk menghilangkan efek kemoterapi diberikan setelah 1 minggu kemoterapi. &lt;br /&gt;3. Keladi tikus tidak dianjurkan untuk orang sehat ataupun sebagai tindakan pencegahan terhadap kanker. Lebih baik mengkonsumsi temu mangga untuk mencegah kanker payudara ataupun temu putih untuk kanker rahim. &lt;br /&gt;4. Boleh digunakan bila terdapat tumor jinak. Itu pun tidak hanya keladi tikus saja yang diberikan, tapi juga bersama tanaman obat lainnya. &lt;br /&gt;5. Wanita hamil tidak boleh mengkonsumsi keladi tikus.  &lt;br /&gt;6. Pada orang yang sensitif, keladi tikus bisa menimbulkan rasa gatal ataupun mual. Bila itu yang terjadi, penambahan gula atau madu bisa menetralisir rasa tersebut. Hanya perlu diperhatikan bagi orang yang menderita diabetes.@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ARTIKEL LAIN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman "keladitikus" Typhonium lagel liforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.  Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 sentimeter inihanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung.&lt;br /&gt;"Tanaman inisangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.&lt;br /&gt;Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan,Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998.&lt;br /&gt;Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. "Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.  Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker.&lt;br /&gt;"Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut,"ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996."Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak Jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia, " kenang Patoppoi sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat DepartemenPertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya.Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.&lt;br /&gt;Selang beberapa hari, Dr Teomenghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benarRodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi.Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencaridi pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibusaya pun kembali normal," lanjut Boni.&lt;br /&gt;Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. "Malah mereka ragu,apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yangseharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.&lt;br /&gt;"Tetapikarena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa. &lt;br /&gt;Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teomelalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini diIndonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. &lt;br /&gt;Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.  Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang.&lt;br /&gt;Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni.&lt;br /&gt;Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH.Khamdani, Buduran Sidoarjo.&lt;br /&gt;Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.  Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.&lt;br /&gt;Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan DirekturJenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia.&lt;br /&gt;Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia.Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker.&lt;br /&gt;Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer CareIndonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu diJl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta, telp. 021-4894745, dan di Buduran,Sidoarjo.Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu.&lt;br /&gt;"Dosis yang diperlukan tergantung penyakityang diderita," kata Boni.Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax keDr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya,dengan harga langsung dari Malaysia, sekitar 40-60 Ringgit Malaysia,"lanjut Boni. "Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran." tambahnya. &lt;br /&gt;Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit&lt;br /&gt;Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.&lt;br /&gt;Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai"ter-kun" atau dokter-dukun. "&lt;br /&gt;Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut.   Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien.Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya, yang padaakhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai  narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi.  Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leherrahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, danhepatitis.&lt;br /&gt;Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi duniakesehatan. &lt;br /&gt;Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan denganartikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial "CancerCare Indonesia" beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no. 5 Jakarta, telp :021-47867686, fax ; 4894754&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15296004-112395242503356428?l=iptekbenewskp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/feeds/112395242503356428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15296004&amp;postID=112395242503356428' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112395242503356428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15296004/posts/default/112395242503356428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iptekbenewskp.blogspot.com/2005/08/keladi-tikus.html' title='KELADI TIKUS?'/><author><name>Be NewSKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16075247229777176662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_PqS6hTyM1_M/R6q2m4dh9WI/AAAAAAAAAAY/5bAVu12s5-o/S220/Kampus_Depan_Bus_Rame2_4100.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
